JAYAPURA, Redaksipotret.co – Perbedaan mendasar antara kredit investasi dan modal kerja terletak pada jangka waktu serta tujuannya, di mana kredit investasi cenderung berjangka panjang dan dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur.
Di Papua Selatan, kredit investasi tercatat paling tinggi seiring dengan banyaknya program pembangunan yang berjalan di wilayah tersebut.
Pada Agustus 2026, kredit investasi di Papua Selatan tercatat Rp8,72 triliun, konsumsi sebesar Rp3,37 triliun dan kredit modal kerja atau KMK sebesar Rp3,12 triliun.
Pada Agustus 2026, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan di Papua Selatan mendominasi penyaluran kredit dengan pangsa sebesar 54,76 persen serta mencatatkan pertumbuhan pesat sebesar 145,23 persen secara tahunan atau year on year (YoY).
Kepala Bagian Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Provinsi Papua, Yosua Rinaldy mengatakan, pertumbuhan kredit yang pesat di Papua Selatan turut mendorong rasio Loan to Deposit Ratio atau LDR mencapai tingkat tertinggi, yakni 159,59 persen.
“Lonjakan LDR ini terjadi karena laju pertumbuhan kredit jauh melampaui pertumbuhan Dana Pihak Ketiga atau DPK yang cenderung stabil,” kata Yosua dalam kegiatan Bincang Bareng Media di Jayapura, Rabu, 30 September 2026.
Namun, pihaknya menjelaskan, kondisi LDR yang melampaui 100 persen ini tidak mengindikasikan defisit pendanaan regional, melainkan mencerminkan ekspansi kredit yang turut ditopang oleh dukungan permodalan serta likuiditas dari kantor pusat perbankan terkait. (Syahriah)