MERAUKE, Redaksipotret.co – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Merauke menerima laporan Kondisi Membahayakan Manusia (KMM) terhadap satu orang warga yang dilaporkan belum kembali saat berburu di Hutan Mooi, Distrik Waan, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan. Laporan diterima oleh Kantor SAR Merauke pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 08.30 WIT dari Abu, warga Kampung Mooi.
Berdasarkan laporan yang diterima, peristiwa bermula pada Jumat, 2 Oktober 2026 ketika rombongan warga Kampung Mooi pergi ke hutan Mooi untuk melakukan aktivitas pangkur sagu dalam rangka persiapan upacara adat, sementara sebagian warga lainnya berburu binatang di sekitar kawasan hutan.
Pada Sabtu, 3 Oktober 2026 pukul 22.00 WIT, salah satu warga atas nama Tinus Waniko Samkakai diketahui belum kembali ke titik kumpul.

Pihak keluarga dan masyarakat setempat telah berupaya melakukan pencarian mandiri di kawasan hutan Mooi, namun korban belum berhasil ditemukan hingga akhirnya kejadian tersebut dilaporkan ke kantor SAR Merauke.
Menerima laporan tersebut, Kantor SAR Merauke langsung mengambil langkah cepat berkoordinasi dengan unsur terkait, meliputi Polsek Kimaam, Koramil Kimaam, serta tokoh masyarakat kampung Mooi dan keluarga korban.
Pukul 08.50 Wit tim SAR gabungan di kampung Mooi dengan menggunakan Speed Boat bergerak ke lokasi kejadian untuk upaya pencarian. Jarak dari kampung Mooi ke lokasi sekitar 44 kilometer ke arah barat laut menyusuri kali ke arah hulu sungai.
Hingga keterangan pers ini diterbitkan, tim SAR gabungan (masyarakat setempat serta keluarga korban) masih melakukan pencarian dan korban belum ditemukan. (Rilis)