MERAUKE, Redaksipotret.co – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Merauke secara resmi menutup pelaksanaan Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) terhadap satu orang ABK KMN. Rizki Jaya Utama 01 atas nama Salam (54) yang dilaporkan hilang setelah kapalnya mengalami kebocoran dan tenggelam tanggal 1 Oktober lalu di perairan laut Arafura, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.
Penutupan operasi ini dilakukan setelah Tim SAR gabungan melaksanakan upaya penyisiran secara intensif di sekitar Last Known Position (LKP) maupun area perluasan pencarian sesuai SAR Map Prediction.
Namun, hingga hari terakhir pelaksanaan operasi, usaha pencarian korban masih belum membuahkan hasil (nihil).
Keputusan penutupan operasi SAR ini diambil berdasarkan hasil evaluasi menyeluruh bersama unsur potensi SAR yang terlibat serta pihak keluarga korban, dengan mempertimbangkan efektivitas pencarian dan tidak ditemukannya tanda-tanda keberadaan korban di lokasi.
”Kami sudah membahas hasil operasi selama 7 hari ini bersama pihak kapal dan keluarga dari korbannya,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke, Rudi sembari menyampaikan disepakati bersama untuk ditutup (operasi SAR).
Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh unsur SAR gabungan yang telah bekerja keras dan bersinergi di lapangan, meliputi, Rescuer Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke, Danpos Kodaeral XI Torasi, Bakamla Merauke, Satpolairud Polres Merauke, pihak pemilik kapal dan masyarakat nelayan Merauke serta Keluarga. (Rilis)