SUPIORI, Redaksipotret.co – Penyiapan lahan menjadi salah satu tahapan penting dalam memastikan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan dapat berjalan sesuai rencana.
Untuk mendukung percepatan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Wabudori, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Maluku dan Papua (UIP MPA) memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Supiori, khususnya terkait pengukuran dan penetapan batas lahan seluas sekitar 4,4 hektare.
Pembahasan tersebut dilakukan dalam audiensi PLN UIP MPA bersama Bupati Supiori Heronimus Mansoben, di ruang kerja Kantor Bupati Supiori, Rabu, 7 Oktober 2026.
Dalam pertemuan itu, Manager Unit Pelaksana Proyek Maluku dan Papua 3 (UPP MPA 3), Rahmat Hidayat, hadir bersama tim PLN untuk membahas tindak lanjut penyiapan lahan dan tahapan pekerjaan berikutnya.
Koordinasi dengan Kantor Pertanahan Biak telah dilakukan untuk mendukung rencana pengukuran lahan. Saat ini, proses diarahkan pada pembentukan tim yang melibatkan PLN dan pihak pertanahan.
Pengukuran bersama akan menjadi dasar penentuan batas definitif area yang diperlukan bagi pembangunan PLTM Wabudori.
Manager UPP MPA 3, Rahmat Hidayat, menjelaskan bahwa penyelesaian tahapan pengukuran dan penetapan batas lahan diperlukan agar kebutuhan pekerjaan di lokasi dapat ditindaklanjuti dengan lebih terarah.
“Kami mendorong agar pembentukan tim bersama pihak pertanahan dapat segera diselesaikan sehingga pengukuran dan penetapan batas lahan bisa dilaksanakan sesuai rencana. Setelah itu, kami akan melanjutkan koordinasi untuk pemasangan patok, persetujuan pekerjaan yang diperlukan, serta sosialisasi kepada pihak terkait dan masyarakat,” jelas Rahmat.
Dalam audiensi tersebut, Bupati Supiori, Heronimus Mansoben, menyampaikan dukungan pemerintah daerah terhadap proses penyiapan lahan dan percepatan pembangunan PLTM Wabudori.
Dia berharap seluruh pihak dapat menjaga komunikasi dan bekerja sama agar setiap tahapan yang diperlukan dapat berjalan lancar.
“Pemerintah daerah mendukung langkah PLN dalam menindaklanjuti pembangunan PLTM Wabudori. Kami berharap koordinasi dengan pihak pertanahan dan seluruh pihak terkait terus berjalan baik, sehingga kendala yang muncul dapat ditangani dan pembangunan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Supiori,” ujar Heronimus.
Setelah pengukuran dan pemasangan patok selesai, PLN akan menindaklanjuti proses perizinan atau persetujuan untuk pekerjaan pengecoran yang diperlukan di lokasi.
Sosialisasi kepada pihak terkait dan masyarakat juga menjadi bagian dari tahapan selanjutnya, disertai koordinasi kembali dengan Pemerintah Kabupaten Supiori mengenai perkembangan pelaksanaan.
General Manager PLN UIP MPA, Abdul Haris, mengatakan bahwa percepatan pembangunan perlu ditopang kesiapan setiap tahapan serta koordinasi yang konsisten dengan seluruh pemangku kepentingan.
“Setiap tahapan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan perlu dipersiapkan secara cermat dan terkoordinasi. Kami mendorong tim PLN untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan pihak pertanahan agar penyiapan lahan PLTM Wabudori dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan dan rencana yang telah disusun,” kata Abdul Haris.
Berdasarkan hasil pertemuan, pembentukan tim PLN dan pihak pertanahan diharapkan segera diselesaikan, dengan pengukuran serta tindak lanjut pekerjaan lapangan ditargetkan dapat dimulai paling lambat minggu berikutnya.
Koordinasi intensif akan terus dilakukan untuk memastikan tahapan berjalan sesuai rencana dan berbagai kendala dapat segera ditindaklanjuti.
Melalui langkah tersebut, PLN UIP MPA memperkuat upaya percepatan pembangunan PLTM Wabudori dengan memastikan proses penyiapan lahan berjalan terkoordinasi.
Upaya ini diharapkan mendukung kelancaran pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Supiori. (Rilis)