Menjaga Ketahanan Pangan dan Stabilitas Harga melalui GPIPS Sulampua

MAKASSAR, Redaksipotret.co – Gejolak harga pangan berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat, khususnya kelompok berpendapatan rendah. Untuk mengatasinya, inflasi kelompok pangan bergejolak perlu dijaga dalam kisaran 3,0% – 5,0%.

Komitmen ini diwujudkan melalui Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) 2026 di Makassar, Sulawesi Selatan, pada Jumat, 23 Oktober 2026 yang mengusung inovasi “Tallukarsa Pangan Sulampua” (tiga daya upaya).

Yakni, Karsa Daya, penguatan kapasitas produksi, hilirisasi, dan pelatihan petani, Karsa Sambung, perluasan Kerja Sama Antar Daerah (KAD), Fasilitasi Distribusi Pangan, dan Gerakan Pangan Murah, serta Karsa Tata, koordinasi TPID, penguatan neraca pangan, antisipasi risiko iklim, dan edukasi belanja bijak.

Karakteristik Papua dan Daerah Otonom Baru (DOB) yang memiliki wilayah pesisir, kepulauan, hingga pegunungan menjadikan konektivitas dan rantai pasok sebagai kunci utama stabilitas harga.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Warsono mengatakan, BI bersama TPID memperkuat sinergi melalui implementasi Tallukarsa Pangan, yang mengantarkan TPID Provinsi Papua dan TPID Kota Jayapura meraih penghargaan sebagai TPID Berkinerja Terbaik di Nusampua 2026.

Rangkaian acara ini juga melahirkan “Panca Reso Sipatokkong Pangan Sulampua” atau lima komitmen bersama untuk memperkuat hulu produksi, hilirisasi, pembiayaan, data stok berbasis Early Warning System.

“Serta konektivitas antarpulau guna menghadapi risiko iklim dan menjaga ketersediaan pasokan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru,” jelasnya, Senin, 26 Oktober 2026. (Rilis)

Facebook
X
WhatsApp