2 Ditemukan Meninggal, Basarnas Hentikan Pencarian Speedboat Hilang di Distrik Waan

MERAUKE, Redaksipotret.co – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Merauke menghentikan pencarian aktif di lapangan pada operasi SAR kecelakaan speedboat hilang kontak di Muara Kali Pulau Mooi, Distrik Waan, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, Minggu, 27 September 2026.

Memasuki hari ke-7 penyisiran, tim SAR gabungan menghadapi tantangan cuaca di perairan lokal dengan kecepatan angin yang dilaporkan mencapai 40 km/jam dan ketinggian gelombang perairan mencapai 1 meter.

Hingga hari terakhir sesuai ketentuan pelaksanaan operasi SAR, dari total 3 (tiga) korban yang dilaporkan hilang, dua korban berhasil ditemukan dalam kondisi Meninggal Dunia (MD), sementara 1 korban lainnya belum ditemukan.

Keputusan penghentian pencarian lapangan ini diambil setelah dilakukannya rapat evaluasi akhir serta koordinasi dan diskusi intensif bersama pihak keluarga korban. Pihak keluarga menyampaikan apresiasi atas seluruh kerja keras tim SAR gabungan selama operasi pencarian.

Kepala Kantor Pencarian Dan Pertolongan Merauke Rudi, mengapresiasi sinergi seluruh unsur dan terima kasih yg setinggi-tingginya kepada keluarga korban serta seluruh unsur SAR yang terlibat (KPP Merauke, Pos SAR Okaba, Satpolairud Polres Merauke, Koramil Waan, Polsek Kimam, Polsek Okaba, dan masyarakat nelayan setempat).

“Saat ini armada kami masih berlindung di muara Safan dan belum dapat kembali ke dermaga Merauke karna cuaca kurang bersahabat” tambah Rudi sembari menyampaikan jika cuaca membaik maka armada akan bertolak kembali ke Merauke.

Rekapitulasi Akhir Hasil Operasi SAR :

1. Andreas Koboon (24) Meninggal Dunia (MD), ditemukan pada 21 September 2026.
2. Frederikus Yolmen (23) Meninggal Dunia (MD), ditemukan pada 22 September 2026.
3. Abelbertus Game Yolmen (14) Belum Ditemukan. (Rilis)

Facebook
X
WhatsApp