JAYAPURA, Redaksipotret.co – Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemberdayaan masyarakat lokal, Astra Motor Papua menyelenggarakan Program Pelatihan Perbengkelan Kendaraan Bermotor Roda Dua bagi Pencari Kerja Orang Asli Papua (OAP).
Kegiatan ini merupakan salah satu program Corporate Social Responsibility (CSR) Astra Motor Papua yang dilaksanakan melalui kerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Jayapura.
Pelatihan yang berlangsung pada 5–16 Oktober 2026 ini diikuti oleh 10 peserta putra asli Papua yang berasal dari Kabupaten Jayapura.
Program tersebut bertujuan membekali peserta dengan pengetahuan teknis, keterampilan dasar perawatan dan perbaikan sepeda motor, serta pengalaman kerja sebagai bekal memasuki dunia kerja maupun mengembangkan peluang usaha di bidang jasa perbengkelan.
Pelaksanaan pelatihan diawali dengan pembelajaran teori dan praktik selama enam hari di Main Dealer Astra Motor Papua.
Peserta mendapatkan materi teknis yang mencakup servis karburator, sistem injeksi atau PGM-FI, sistem CVT, penggantian kampas rem, oli mesin dan oli gardan, pemeriksaan cairan pendingin, penggantian gear set, perawatan ban, tambal ban, penggantian aki dan bola lampu, serta penyetelan rem, rantai, dan klep.
Melalui kombinasi pembelajaran teori dan praktik langsung, peserta diberikan kesempatan untuk mengenal komponen sepeda motor, memahami fungsi setiap sistem, serta mempraktikkan prosedur perawatan dan perbaikan dasar sesuai standar teknis dan keselamatan kerja.
Service Manager Astra Motor Papua, Randy Maulana Yusuf, menyampaikan bahwa program pelatihan ini merupakan salah satu wujud kontribusi perusahaan dalam mempersiapkan generasi muda Papua agar memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
“Melalui program CSR ini, kami ingin memberikan kesempatan kepada putra asli Papua untuk mengenal dunia teknik sepeda motor sekaligus membekali mereka dengan keterampilan dasar yang dapat menjadi modal untuk memasuki dunia kerja,” ucapnya.
“Kami berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kompetensi diri, membuka peluang kerja, maupun menjadi bekal untuk merintis usaha perbengkelan secara mandiri,” ujar Randy, Selasa, 20 Oktober 2026.
Dia menambahkan bahwa keterampilan teknis perlu didukung dengan sikap kerja yang disiplin, ketelitian, tanggung jawab, serta pemahaman terhadap keselamatan kerja agar peserta mampu beradaptasi dengan kebutuhan industri otomotif.
Setelah menyelesaikan pembelajaran teori dan praktik di Main Dealer Astra Motor Papua, peserta melanjutkan kegiatan On The Job Training (OJT) di bengkel resmi Honda, AHASS.
Pada tahap ini, peserta memperoleh pengalaman kerja secara langsung dengan mengenal proses pelayanan pelanggan, penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), pelaksanaan servis berkala, serta budaya kerja profesional di lingkungan bengkel resmi.
Kegiatan OJT diharapkan dapat membantu peserta memahami suasana kerja yang sesungguhnya, meningkatkan kepercayaan diri, serta mengenali standar pelayanan dan kualitas pekerjaan yang diterapkan di jaringan bengkel resmi Honda.
Melalui program ini, Astra Motor Papua berharap dapat berkontribusi dalam memperluas akses pelatihan keterampilan bagi generasi muda Papua sekaligus mendorong tumbuhnya sumber daya manusia lokal yang kompeten, produktif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja.
Program tersebut menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Astra Motor Papua untuk memberikan manfaat bagi masyarakat melalui bidang pendidikan, pengembangan keterampilan, dan pemberdayaan ekonomi, sejalan dengan semangat Satu Hati untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Edward Manik Sihotang selaku Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Jayapura, mengapresiasi kolaborasi yang terjalin bersama Astra Motor Papua dalam memberikan pelatihan keterampilan kepada pencari kerja Orang Asli Papua.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada Astra Motor Papua atas dukungan dan kerja sama dalam pelaksanaan program pelatihan perbengkelan sepeda motor bagi putra asli Papua,” kata Edward.
“Program seperti ini sangat penting karena memberikan kesempatan kepada pencari kerja untuk memperoleh keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan sebagai bekal memasuki dunia kerja,” kata Edward.
Dia berharap peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh dan menerapkan ilmu yang diperoleh untuk meningkatkan kemandirian serta kesejahteraan mereka.
Dia juga berharap sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha dapat terus diperkuat melalui program pelatihan berbasis kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja, sehingga semakin banyak pencari kerja di Kabupaten Jayapura yang memiliki keterampilan dan kesiapan untuk bekerja maupun berwirausaha. (Rilis)