Operasi SAR KMN Adifa Ditutup
MERAUKE, Redaksipotret.co – Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Merauke secara resmi menghentikan pelaksanaan Operasi SAR terhadap satu orang Anak Buah Kapal (ABK) KMN Adifa yang dilaporkan jatuh ke laut saat memasang jaring di perairan Laut Torasi, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan.
Korban diketahui bernama Yusak Seltit alias Sakarias. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 24 September 2026 sekitar pukul 15.20 WIT.
Berdasarkan informasi yang diterima, saat kejadian korban bersama rekan-rekan ABK sedang melakukan aktivitas menurunkan jaring ke laut.
Setelah sekitar 10 keping jaring diturunkan, ditemukan bagian jaring yang kusut. Korban kemudian berusaha menahan jaring tersebut dengan melompat dan menggunakan kakinya.
Namun, korban justru ikut terseret jaring hingga terjatuh ke laut. Korban sempat terlihat di permukaan air. Saat jaring kemudian ditarik dan diangkat kembali ke atas kapal, korban sudah tidak terlihat dan hingga pelaksanaan operasi SAR berakhir belum ditemukan.
Memasuki hari ketujuh Operasi SAR, Kamis, 1 Oktober 2026, Tim SAR Gabungan pada pukul 06.00 WIT kembali melaksanakan pencarian menggunakan RIB 03 di area pencarian yang telah ditentukan berdasarkan Rencana Operasi SAR (Renops).
Hingga pukul 15.40 WIT, hasil pencarian masih nihil. Tim SAR Gabungan juga terus melakukan koordinasi dengan Danpos KODAERAL XI Kali Torasi terkait perkembangan pencarian.
Setelah tujuh hari pelaksanaan operasi dan berdasarkan hasil evaluasi serta koordinasi dengan seluruh unsur terkait, pada pukul 16.30 WIT pencarian terhadap korban dihentikan.

Selanjutnya, Tim SAR Gabungan melakukan koordinasi dengan pihak keluarga korban dan Pos KODAERAL XI Kali Torasi selaku pihak pelapor. Dalam koordinasi tersebut, pihak keluarga menyatakan telah menerima dan mengikhlaskan kondisi korban.
Dengan demikian, Operasi SAR terhadap Yusak Seltit alias Sakarias dinyatakan selesai dan ditutup, dengan status korban dinyatakan tidak ditemukan .
Pada pukul 17.00 WIT, seluruh unsur SAR Gabungan melaksanakan debriefing. Seluruh personel dan sarana dikembalikan ke kesatuan masing-masing.
Dalam pelaksanaan operasi SAR, unsur yang terlibat terdiri dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Merauke, KODAERAL XI Merauke, Pos KODAERAL XI Kali Torasi Merauke, SATPOLAIRUD POLRES Merauke, KMN Adifa Al-Mubarak serta Kapal kapal Nelayan disekitaran Perairan torasi
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Merauke Rudi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh unsur SAR Gabungan yang telah terlibat dalam pelaksanaan operasi pencarian, serta kepada keluarga korban dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan selama proses pencarian berlangsung.
“Kami tidak bosan mengingatkan kepada seluruh Nelayan dan Masyarakat yang beraktifitas di air untuk selalu menggunakan alat keselamatan seperti Life Jacket ,Ring buoy agar terhindar dari resiko kecelakaan yang fatal,” pungkas Rudi.
Selama pelaksanaan pencarian, kondisi cuaca dilaporkan cerah berawan, dengan angin bertiup dari arah timur hingga tenggara berkecepatan sekitar 10–23 km/jam, serta tinggi gelombang sekitar 1–1,6 meter. (Rilis)