Bulog Papua Buka Suara Soal Rebranding SPHP dan Standar Mutu Beras

JAYAPURA, Redaksipotret.co – Perum Bulog Kanwil Papua siap mengimplementasikan kebijakan rebranding produk Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Meski hingga kini kantor cabang di daerah belum menerima arahan teknis resmi dari kantor pusat, pemerintah secara nasional telah mengumumkan perubahan tersebut lengkap dengan rancangan desain terbarunya.

“Langkah rebranding ini bukan hanya mengubah tampilan visual atau bagan kemasan semata, melainkan menjadi momentum besar untuk mentransformasi kualitas dan layanan Bulog kepada masyarakat,” kata Chaerul Mazham selaku Pemimpin Perum Bulog Kanwil Papua, Rabu, 7 Oktober 2026.

Melalui peningkatan mutu produk serta pelayanan yang lebih baik, Bulog berharap seluruh masyarakat, baik konsumen mandiri maupun penerima bantuan pangan dapat merasa puas terhadap beras yang mereka terima.

Menyoal kemungkinan penyesuaian harga seiring adanya peningkatan mutu ini, keputusan sepenuhnya berada di tangan pemerintah dan bukan kewenangan Bulog.

Sementara itu, menyikapi kekhawatiran terkait potensi penurunan mutu atau beras rusak di lapangan, Bulog menegaskan telah memiliki standar operasional prosedur (SOP) yang sangat ketat.

“Beras yang mengalami penurunan kualitas dikategorikan sebagai kejadian anomali karena seluruh stok Bulog wajib memenuhi standar mutu yang ditetapkan,” katanya.

Jika ditemukan beras rusak di masyarakat, pihaknya memastikan produk tersebut akan langsung ditarik dan diganti dengan beras baru.

Sementara untuk proses pemusnahan beras yang tak layak, Bulog tidak memutuskannya secara sepihak, melainkan wajib melalui pengujian dan analisis dari laboratorium resmi yang terakreditasi standar BPOM.(Syahriah)

Facebook
X
WhatsApp
No data was found