JAYAPURA, Redaksipotret.co – Perum Bulog terus mematangkan berbagai persiapan di daerah, termasuk di wilayah Papua, seiring dengan adanya kebijakan pembaruan identitas beras program pemerintah.
Terkait pelaksanaan di lapangan, Perum Bulog menyatakan bahwa proses rebranding secara resmi di Papua masih menunggu arahan lanjutan serta pasokan kemasan baru.
“Rebranding itu memang kalau untuk Papua belum ada progres secara resmi, kami juga masih menunggu terkait rebranding beras medium pemerintah,” kata Pemimpin Perum Bulog Kanwil Papua, Chaerul Mazhar, Rabu, 28 Oktober 2026.
Selain menanti kehadiran kemasan baru tersebut, Bulog Papua juga tengah ngebut mempersiapkan program bantuan pangan untuk periode Oktober dan November.
Pihaknya pun memberikan jaminan penuh kepada masyarakat bahwa perubahan tampilan ataupun proses transisi ini tidak akan menurunkan standar produk. Mutu dan takaran dipastikan tetap terjaga sesuai dengan regulasi yang berlaku.
“Untuk volume dan kualitas tidak ada perubahan. Justru rebranding ini peningkatan kinerja. Ini menjadi sebuah prakondisi penyerta terkait adanya rebranding,” ujarnya.
Chaerul mengatakan, dengan langkah ini,Perum Bulog berkomitmen agar distribusi pangan di Papua tetap berjalan lancar, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan kualitas layanan publik.
Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan bahwa Perum Bulog
terus berinovasi dalam menjalankan tugas stabilisasi pangan nasional.
Dia bilang, beras SPHP kini bertransformasi dengan nama dan kemasan baru menjadi Beras Kita. Langkah rebranding ini dilakukan untuk memberikan identitas baru yang lebih dekat dengan masyarakat.
“Penggunaan kata “Kita” merujuk pada kesuksesan produk penugasan pemerintah lainnya seperti Minyakita dan Gula Manis Kita, yang sarat akan makna kebersamaan dan representasi semangat Keluarga Indonesia Sejahtera,” ucapnya dikutip dari berbagai sumber.
Perubahan kemasan ini dirancang agar produk pangan pemerintah memiliki daya saing yang lebih kuat di pasar ritel.
Rizal menekankan bahwa transformasi ini dibarengi dengan peningkatan standar kualitas produk. Jajaran Perum Bulog berkomitmen penuh untuk menghadirkan mutu beras dan pelayanan yang jauh lebih baik bagi masyarakat Indonesia. (Syahriah)