Dampak Kemarau Ekstrem, Penyerapan Beras Merauke Baru Tercapai 20 Persen

MERAUKE, Redaksipotret.co – Produksi beras di wilayah Merauke, Papua Selatan pada tahun ini mengalami penurunan signifikan yang berdampak langsung pada capaian penyerapan.

“Dari target penyerapan sebesar 23.000 ton untuk 2026, hingga saat ini realisasi baru mencapai 4.500 ton atau setara 20 persen,” kata Chaerul Mazhar selaku Pemimpin Perum Bulog Kanwil Papua, Rabu, 7 Oktober 2026.

Dia menyebut, rendahnya penyerapan beras Merauke tahun ini lantaran produktivitas berkurang dampak kemarau ekstrem.

Chaerul mengatakan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG terus gencar memperingatkan potensi dinamika iklim untuk periode 2026 hingga 2027.

“BMKG memproyeksikan awal musim hujan tahun ini bakal mengalami kemunduran dan diperkirakan baru meningkat signifikan pada akhir Desember,” ujarnya.

Dia menyampaikan dengan masa pancaroba yang berpeluang datang lebih cepat menjelang pertengahan Maret, durasi musim hujan kali ini tergolong sangat pendek.

“Pola musim hujan yang singkat ini umumnya berpasangan dengan ancaman kemarau panjang. Kondisi ini menjadi tantangan besar, khususnya bagi kawasan pertanian di Papua Selatan yang saat ini tengah dilanda kekeringan luar biasa,” kata Chaerul menambahkan.

Chaerul pun mengungkapkan, pihaknya tengah merancang strategi taktis untuk memperkuat koordinasi dan melakukan pemetaan langkah pendahuluan agar lebih terencana.

Selain Merauke, kata Chaerul, potensi penyerapan beras juga ada di wilayah Sorong dan Manokwari.

“Tetapi kami melihat kedua daerah ini hanya mampu memenuhi kebutuhan beras di kedua wilayah tersebut. Berbeda dengan Merauke yang bisa mensuplai ke wilayah lainnya,” kata Chaerul. (Syahriah)

Facebook
X
WhatsApp
No data was found