Diburu Saat Harga Naik, Penjualan Emas Kini Ditinggal Pembeli

JAYAPURA, Redaksipotret.co – Setelah sempat melonjak tinggi dari kisaran Rp2,3 juta hingga mendekati Rp3 juta per gram, harga emas kini melandai ke tingkat Rp2,4 juta per gram.

Fenomena penurunan kali ini dinilai tak biasa oleh para pelaku usaha. Jika pada tahun-tahun sebelumnya koreksi harga emas hanya berkisar antara Rp50.000 hingga Rp100.000 per gram, tahun ini penurunannya cukup tajam hingga mencapai ratusan ribu rupiah.

Penurunan harga yang drastis ini rupanya berdampak langsung pada volume penjualan. Saat harga emas sedang melambung tinggi menuju angka Rp3 juta, masyarakat justru berbondong-bondong membeli karena dipicu kekhawatiran harga akan terus melambung.

“Namun, ketika harga turun seperti saat ini, kondisi pasar cenderung sepi meskipun transaksi masih tetap ada,” kata Rendy, pemilik toko emas Anugrah.

Rendy bilang, konsumen saat ini makin cerdas dan aktif memantau grafik pergerakan harga. Begitu melihat tren harga melandai, mereka justru memilih untuk menunda pembelian.

“Istilahnya wait and see dengan harapan harga akan turun lebih jauh lagi,” ujarnya, Rabu, 21 Oktober 2026.

Sementara itu, mayoritas konsumen lebih menyukai perhiasan emas siap pakai dibandingkan sistem pemesanan khusus.

70 persen pembelian, kata Rendy, didominasi oleh perhiasan emas siap pakai. Mengenai biaya produksi, Rendy mengatakan, masih stabil dikisaran Rp500 ribu per item emas.

Rendy mengungkapkan, seluruh koleksi yang ditawarkan tokonya merupakan hasil kerajinan tangan, tanpa menggunakan mesin, dengan durasi pengerjaan maksimal tiga hari untuk satu potong emas perhiasan.

“Diantara berbagai desain yang ada, motif khas Papua terus menjadi primadona yang konsisten diminati oleh para pecinta perhiasan emas lokal,” kata Rendy. (Syahriah)

Facebook
X
WhatsApp