Gandeng Jeny Karay, GPFI Papua Bekali Pelaku Usaha Farmasi Keterampilan Public Speaking

JAYAPURA, Redaksipotret.co – Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) Papua menggelar workshop marketing dan public speaking bertajuk Beyond Talking Order dengan mengusung tema “Stop Taking Order, Start Building Relationship”.

Sarana pelatihan ini dihadiri oleh berbagai elemen pelaku usaha farmasi, mulai dari distributor, pemilik apotek, kepala cabang, hingga jajaran marketing dan sales obat.

Langkah ini sebagai respons atas tantangan industri farmasi yang kian dinamis, di mana keberhasilan usaha kini tidak lagi sekadar ditentukan oleh penyediaan produk dan pemenuhan permintaan pasar semata.

Ketua GPFI Papua, Yuni Andriana Indraningsih mengatakan, kemampuan membangun komunikasi, menciptakan kepercayaan (trust), memahami kebutuhan pelanggan, serta mengembangkan hubungan bisnis yang berkelanjutan menjadi kunci utama daya saing saat ini.

“Melalui tema Beyond Talking Order, GPFI Papua mendorong pergeseran paradigma dari orientasi transaksi menuju hubungan kemitraan mengubah peran pelaku usaha dari sekadar menawarkan produk menjadi penyedia solusi dan nilai tambah bagi pelanggan,” ucapnya.

Pihaknya berharap, semua pelaku kefarmasian tidak hanya sekadar menjual produk, tetapi juga mengutamakan pelayanan.

GPFI Papua menghadirkan pakar public speaking, Jeni Karay, sebagai narasumber utama. (Foto : Syahriah)

“Dari pelayanan ini, kita bisa melakukan public speaking langsung ke masyarakat, misalnya dari apotek langsung ke konsumen. Jadi, kita menghadirkan pelaku usaha yang tidak cuma menjual barang, tetapi juga memberikan konsultasi, ilmu, dan solusi,” ujar Yuni.

“Apabila masyarakat kesulitan mendapatkan obat tertentu, kita bisa memberikan alternatif obat lain dengan fungsi yang sama,” kata Yuni di sela kegiatan yang digelar di Hotel Horison Kotaraja, di Kota Jayapura, Sabtu, 7 November 2026.

Yuni pun mengungkapkan, untuk mengoptimalkan pelatihan tersebut, GPFI Papua menghadirkan pakar public speaking, Jeni Karay, sebagai narasumber utama.

Dia bilang, kehadirannya diharapkan dapat membekali para peserta dengan keterampilan berkomunikasi dan menyampaikan informasi secara efektif kepada masyarakat, sekaligus membangun kepercayaan konsumen terhadap industri farmasi.

Yuni menambahkan, peningkatan keahlian komunikasi ini diharapkan menjadi solusi konkrit bagi para pelaku usaha, khususnya pengelola apotek yang saat ini menghadapi tantangan dalam membangun loyalitas pelanggan.

Ketua Panitia pelaksana kegiatan, Shinta Ferawaty mengatakan, workshop ini dirancang sebagai wadah peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di bidang marketing farmasi, customer bonding, komunikasi persuasif, dan public speaking.

“Selain memperluas wawasan mengenai strategi pengembangan usaha apotek dan industri farmasi, kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi dan pertukaran pengalaman antarpelaku usaha guna memperkuat jejaring profesional serta membangun sinergi di tanah Papua,” pungkasnya. (Syahriah)

Facebook
X
WhatsApp
No data was found