JAYAPURA, Redaksipotret.co – Komunitas Dibalik Perempuan berkolaborasi dengan Papua Plus serta public figure Saka Syarif menggelar pelatihan soft skill bertajuk “Level Up Yourself” bagi anak-anak asli Papua di Jayapura.
Selain sebagai publik figur, Saka Syarif juga seorang model, aktor, dan pembuat konten asal Jayapura, Papua, yang kini berkarier di Jakarta.
Kegiatan yang didukung langsung oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Papua ini berlangsung di salah satu resto di Kota Jayapura mulai 19-20 September 2026.
Puncak acara atau graduation serta penganugerahan apresiasi bagi peserta terbaik berlangsung pada Sabtu, 26 September 2026.
Kelas ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memoles potensi generasi muda di bidang ekonomi kreatif dan pengembangan diri.
Founder Dibalik Perempuan, Tisa, menyampaikan bahwa program ini diprioritaskan bagi anak-anak asli Papua guna membekali mereka dengan keterampilan dasar yang dibutuhkan pada era digital.
“Tujuannya memberikan edukasi ke anak-anak Papua bahwa yang harus dilatih lebih utama adalah soft skill. Teman-teman di Papua yang punya potensi di public speaking dan personal branding bisa terlatih, lalu menemukan personanya sebagai content creator, model, atau aktor,” ujar Tisa.
Pada angkatan (batch) pertama ini, sebanyak sekitar 20 peserta terpilih mengikuti rangkaian materi intensif. Pelatihan diawali dengan sesi public speaking, personal branding, materi content creator, serta kelas ruang aman (safe space).
Pelatihan dilanjutkan dengan sesi praktik fotografi, catwalk, dan modeling yang dibimbing langsung oleh aktor yang juga model asal Jayapura, Saka Syarif.
Dalam sambutan pada puncak acara, Tisa memotivasi peserta yang telah mengikuti batch 1 ini terus mengasah potensi agar terus maju dan berkembang.
“Kalian punya potensi yang besar untuk berkembang. Jadi asah terus kemampuan dan skill kalian semua,” ujarnya.
Sementara itu, Saka Syarif menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk mendorong ekosistem ekonomi kreatif di Papua agar semakin berkembang secara berkelanjutan.
Menurutnya, antusiasme peserta sangat tinggi meski kapasitas angkatan pertama masih dibatasi.
“Generasi muda Papua sebenarnya punya potensi luar biasa dan semangat belajar yang sangat tinggi, hanya saja belum banyak terekspos. Melalui kolaborasi ini, kami menyediakan wadah dan panggung bagi mereka untuk berkarya,” ungkap Saka.
Sebagai bentuk evaluasi, para peserta diberikan tantangan untuk membuat konten video yang diunggah ke media sosial masing-masing. Puncak acara (graduation) serta penganugerahan apresiasi bagi peserta terbaik dijadwalkan berlangsung pada 26 September 2026.
Kedepannya, pihaknya akan terus mengakomodasi para alumni dan melanjutkan program pelatihan ini ke angkatan-angkatan berikutnya. (Muhammad Rafiq)