JAYAPURA, Redaksipotret.co – Kanwil Kementerian Agama Provinsi Papua mendapat kepercayaan untuk membawakan doa pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Papua yang berlangsung di Stadion Mandala, Jayapura, Senin, 17 Agustus 2026.
Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat (Bimas) Katolik, Fransiscus Xaferius Lesomar, membawakan doa dalam rangkaian upacara tersebut.
Doa yang dipanjatkan mengandung sejumlah harapan penting bagi bangsa Indonesia, mulai dari menjaga persatuan hingga mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam doa tersebut, dipanjatkan rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia sekaligus penghormatan kepada para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Semangat perjuangan para pendahulu didoakan menjadi inspirasi bagi seluruh bangsa untuk terus mengisi kemerdekaan melalui karya, pengabdian, persatuan, dan gotong royong.
Doa juga memohon agar Indonesia dijauhkan dari perpecahan, konflik, permusuhan, fitnah, serta berbagai ancaman yang dapat merusak persatuan dan kedamaian bangsa.
Selanjutnya, doa memohon limpahan rahmat dan keberkahan bagi Indonesia agar menjadi bangsa yang berdaulat, adil, bermartabat, dan mampu menghadirkan kemakmuran yang merata bagi seluruh masyarakat.
Kemudahan juga dimohonkan dalam setiap ikhtiar pembangunan, terutama dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan, mewujudkan swasembada pangan, memajukan perekonomian, serta menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari keberlanjutan pembangunan bangsa.
Doa juga secara khusus ditujukan bagi masyarakat di Nusa Tenggara Timur, Sumatera Utara, dan Sulawesi Tengah yang dilanda bencana. Mereka yang wafat didoakan mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan, sementara mereka yang terluka dan terdampak bencana diberikan kesembuhan, kekuatan, pemulihan, dan rezeki agar dapat kembali bangkit.
Seluruh masyarakat juga diajak untuk memperkuat kepedulian dan empati dengan saling membantu serta meringankan beban mereka yang membutuhkan.
Pada bagian akhir, doa memohon agar seluruh harapan bangsa dikabulkan, dosa dan kesalahan diampuni, serta persatuan, kesatuan, dan kedamaian Indonesia senantiasa dijaga.
Peringatan HUT ke-81 RI diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat tekad bersama dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur, sekaligus membangun kehidupan berbangsa dan bernegara yang maju, sejahtera, dan diridai Tuhan.
Kabid Katolik mengatakan, kepercayaan yang diberikan kepada Kanwil Kemenag Papua merupakan penghargaan sekaligus tanggung jawab untuk turut mengambil bagian dalam momentum peringatan kemerdekaan bangsa.
“Ini tentu menjadi satu penghargaan bagi kami dari Kementerian Agama karena diberikan kepercayaan untuk membawakan doa. Sebagai warga negara dan bagian dari bangsa Indonesia, kami tentu memberikan dukungan melalui doa,” ujarnya.
Menurutnya, doa yang dipanjatkan tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian seremoni, tetapi juga menjadi ungkapan harapan agar Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan dan hambatan dalam perjalanan pembangunan bangsa.
“Kita berdoa dengan harapan agar bangsa kita dapat melalui berbagai tantangan dan hambatan sehingga menjadi bangsa yang maju dan berdaulat,” katanya.
Secara khusus, Kabid Katolik berharap momentum HUT ke-81 RI turut membawa semangat baru bagi pembangunan Papua. Kemajuan daerah, menurutnya, harus dapat dirasakan secara nyata oleh seluruh masyarakat hingga ke tingkat akar rumput.
“Secara khusus untuk Provinsi Papua ke depan, kami berharap Papua semakin lebih maju lagi, terutama kemajuan itu dapat dirasakan oleh masyarakat sampai kepada akar rumput,” ujarnya.
Kabid Katolik menambahkan, keterlibatan Kanwil Kemenag Papua dalam peringatan HUT ke-81 RI menjadi bagian dari komitmen Kemenag untuk terus memperkuat nilai kebangsaan, persatuan, serta kerukunan umat beragama dalam mendukung pembangunan nasional dan daerah.
Melalui momentum kemerdekaan tersebut, Kanwil Kemenag Papua mengajak seluruh masyarakat menjadikan semangat perjuangan para pendahulu sebagai energi bersama untuk membangun Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur, termasuk Papua yang terus bergerak menuju kemajuan. (Rilis)





















































