JAYAPURA, Redaksipotret.co – Direktur Perencanaan, Keuangan, dan Layanan Operasional (PKLO) RSUP Jayapura, dr. Antonius Oktavian Ibo Ilambra menjelaskan, RSUP Jayapura bergerak cepat menyiapkan pelayanan setelah menerima informasi adanya rujukan pasien dari Kabupaten Jayapura.
Sebanyak 22 pasien sempat dirujuk ke RSUP Jayapura, terdiri atas satu pasien dewasa yang telah diperbolehkan pulang dan 21 pasien anak yang menjalani perawatan di rumah sakit.
“Kami berkomunikasi langsung dengan puskesmas dan Dinas Kesehatan serta mempersiapkan pelayanan bagi pasien yang dirujuk. Dari total pasien yang datang, sebanyak 21 pasien anak menjalani rawat inap di RSUP Jayapura,” kata Antonius.
Menurutnya, kondisi pasien secara umum menunjukkan perkembangan yang baik. Sebagian pasien telah dinyatakan pulih dan dipulangkan, sementara pasien lainnya masih menjalani observasi untuk memastikan kondisi kesehatannya benar-benar stabil sebelum kembali ke rumah.
“Hari ini delapan pasien dipulangkan dan beberapa pasien lainnya juga akan dipulangkan karena kondisinya sudah sehat. Kami berharap seluruh pasien yang masih menjalani observasi dapat segera kembali ke rumah apabila kondisinya tetap stabil,” ujarnya.
Dia menjelaskan gejala yang dialami pasien umumnya berupa diare dan muntah dengan tingkat keparahan ringan hingga sedang. Berdasarkan hasil triase di Instalasi Gawat Darurat (IGD), pasien berada pada kategori hijau dan kuning, tanpa ditemukan pasien dengan kondisi gawat atau kategori merah.
Terkait penyebab kejadian, Antonius menegaskan bahwa RSUP Jayapura berfokus pada pelayanan medis kepada pasien. Sementara itu, pemeriksaan terhadap sampel makanan dilakukan oleh instansi yang berwenang.
Hingga Jumat, 7 Agustus 2026, RSUP Jayapura merawat 21 pasien anak berusia 2 hingga 15 tahun akibat dugaan keracunan pangan. Sebagian pasien telah dipulangkan setelah dinyatakan membaik, sedangkan pasien lainnya masih menjalani observasi untuk memastikan kondisi kesehatannya benar-benar pulih.
Sementara itu, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Trenggono bersama Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk meninjau penanganan pasien dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di RSUP Jayapura, Jumat, 7 Agustus 2026.
Trenggono menyampaikan, secara umum kondisi para pasien terus membaik. Menurutnya, pasien yang masih menjalani perawatan di RSUP Jayapura bukan karena kondisi akibat dugaan keracunan yang memburuk, melainkan untuk menjalani observasi karena memiliki penyakit penyerta, seperti malaria.
“Dokter menyampaikan bahwa pasien sebenarnya sudah sembuh dari keluhan yang dialami. Namun, beberapa masih menjalani observasi karena memiliki penyakit komorbid sehingga perlu dipastikan seluruh kondisi kesehatannya pulih sebelum dipulangkan,” ujar Trenggono.
Dia menambahkan, kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat tata kelola pelaksanaan program MBG. Menurutnya, pengawasan dan koordinasi seluruh pemangku kepentingan akan terus diperkuat agar pelaksanaan program berjalan semakin baik.
Wakil Menteri Dalam Negeri, Ribka Haluk mengapresiasi respons cepat masyarakat yang segera membawa anak-anak ke fasilitas kesehatan, serta sinergi seluruh unsur pemerintah dalam menangani kejadian tersebut.
Dia bilang, berdasarkan hasil peninjauan di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan, sebagian besar pasien telah pulih dan kembali ke rumah masing-masing.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa koordinasi lintas sektor berjalan dengan baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.(Rilis)
















































