JAYAPURA, Redaksipotret.co – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) memastikan operasional kapal perintis program Tol Laut di wilayah Papua berjalan secara optimal dan teratur.
Dalam skema operasional saat ini, Pelni bertindak sebagai operator atau employee yang menjalankan penugasan di bawah koordinasi dan kewenangan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) setempat.
Saat ini, Pelni mengoperasikan tiga kapal perintis yang melayani rute intra Papua, yaitu KM Sabuk Nusantara (Sanus) 58, Sanus 81, dan Sanus 100.
“Secara rata-rata, ketiga armada tersebut melakukan dua kali kunjungan setiap bulannya ke Pelabuhan Jayapura untuk menunjang mobilitas masyarakat serta kelancaran arus logistik daerah,” kata Kepala Pelni Cabang Jayapura, Daulat Apul Grevasius Naibaho, Jumat, 16 Oktober 2026.
Dia menambahkan, sebagai pihak pengelola anggaran dan pengawas kegiatan operasional, KSOP memiliki peranan penuh dalam menentukan arah kebijakan serta persetujuan perjalanan kapal perintis.
“Oleh karena itu, setiap tindakan dan penyesuaian operasional yang dilakukan oleh pihak Pelni wajib dilaporkan secara berkala kepada KSOP,” ungkapnya.
Terkait dengan adanya dinamika penumpang seperti permohonan rombongan masyarakat yang terkadang memicu penyesuaian atau perubahan arah rute kapal, pihaknya menegaskan komitmennya untuk tetap fleksibel namun taat aturan.
“Selagi memungkinkan, permohonan tersebut akan kami akomodasi. Namun, tentu semuanya harus sesuai dengan persetujuan dan izin dari KSOP, karena yang memegang kewenangan serta pendanaan itu mereka,” ujarnya.
Meskipun arus penumpang saat ini terpantau normal, Daulat mengingatkan pentingnya pengaturan khusus apabila terdapat rombongan dalam jumlah besar. Hal ini dilakukan untuk menjaga kenyamanan serta hak-hak penumpang umum lainnya.
“Kami berkomitmen agar pemenuhan kebutuhan kelompok tertentu tidak sampai mengganggu pelayanan bagi masyarakat luas yang juga membutuhkan akses transportasi laut tersebut,” tegasnya.
“Keseimbangan layanan dan kenyamanan bersama tetap menjadi prioritas utama dalam mendukung konektivitas antarpulau di tanah Papua,” kata Daulat menambahkan. (Syahriah)