JAYAPURA, Redaksipotret.co – Penjualan sepeda motor Honda di wilayah Papua hingga September 2026 dibandingkan September 2025 tercatat 96 persen dari target bulanan yang ditetapkan.
Dari target penjualan sebanyak 4.000 unit per bulan, realisasi pasar terkoreksi tipis akibat dinamika ekonomi lokal yang masih sangat bergantung pada anggaran pemerintah.
Manager Marketing Astra Motor Papua, Suhendri mengatakan, kinerja pasar motor Honda pada September mengalami penyesuaian seiring belum terealisasinya sejumlah penyerapan anggaran.
“Tingkat ketergantungan pasar otomotif di Papua terhadap dana pemerintah tercatat sangat tinggi, mencapai 80 persen,” kata Suhendri, Selasa, 27 Oktober 2026.
Dia bilang, kondisi ini berbeda cukup signifikan jika dibandingkan dengan struktur pasar nasional yang lebih terdiversifikasi oleh sektor swasta dan ritel mandiri.
“Sektor pembangunan infrastruktur dan proyek daerah memiliki dampak langsung terhadap daya beli masyarakat, termasuk untuk pembelian sepeda motor,” ungkapnya.
Ketika dana pemerintah mengalami koreksi atau penundaan realisasi, kata Suhendri, dampak tersebut langsung terasa pada tingkat penjualan sepeda motor. Kendati demikian, capaian 96 persen menujukkan daya tahan pasar yang masih relatif kuat.
“Kami optimis percepatan realisasi belanja daerah di sisa akhir tahun akan kembali menggairahkan roda perekonomian dan mendorong pencapaian target penjualan hingga akhir tahun,” ucap Suhendri. (Syahriah)