Sikap Pemuda Adat Papua Terhadap Insiden USTJ

JAYAPURA, Redaksipotret.co – Imbauan untuk bersama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) terus digaungkan di Tanah Papua, khususnya di provinsi induk.

Seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat menciptakan suasana yang kondusif di lingkungan masing-masing.

Pernyataan ini disampaikan Jan Christian Arebo selaku Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Pemuda Adat Papua menanggapi perkembangan situasi keamanan terkini.

Termasuk insiden yang melibatkan oknum mahasiswa di lingkungan Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) pada 30 September 2026.

Pihak rektorat beserta jajaran dosen USTJ diminta untuk segera melakukan evaluasi internal secara menyeluruh.

Evaluasi tersebut dinilai penting untuk mencegah timbulnya stigma atau asumsi publik bahwa pihak kampus mendukung kelompok yang berupaya mengganggu stabilitas kamtibmas di Provinsi Papua, khususnya Kota Jayapura.

Selain kepada pihak akademisi, pesan ini juga ditujukan kepada seluruh mahasiswa USTJ Jayapura. Para mahasiswa diminta untuk tetap fokus menempuh pendidikan dan meraih cita-cita.

Serta tidak terpengaruh oleh doktrin maupun ajakan kelompok tertentu yang mengarah pada tindakan demonstrasi tak berizin hingga upaya makar.

“Ingat perjuangan orang tua kalian yang bekerja keras membiayai kuliah, baik dengan bertani maupun berjualan. Tolong pikirkan pengorbanan orang tua. Mulai hari ini, jangan lagi ikut kelompok tersebut,” tegas Jan Christian dalam pernyataan tertulis, Senin, 19 Oktober 2026.

Terkait proses hukum terhadap oknum mahasiswa yang diduga terlibat aksi pengibaran bintang kejora, tindakan tegas dari aparat penegak hukum mendapatkan dukungan penuh dari Dewan Adat Papua.

Dia pun berharap, penanganan perkara berjalan sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku. (Rilis)

Facebook
X
WhatsApp