JAYAPURA, Redaksipotret.co – Selama periode Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) 2024, Bank Indonesia dan perbankan di wilayah Papua telah membuka layanan penukaran uang mulai 18 Maret hingga 5 April 2024.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Faturachman mengatakan, layanan penukaran uang pecahan kecil atau UPK dibuka hasil kolaborasi dengan perbankan yang tersebar di wilayah kerja Bank Indonesia Papua.
“Layanan ini sudah kami buka beberapa hari lalu melalui kas keliling, namun secara intensif kita lakukan pada pekan ini,” ujar Faturachman di Jayapura, Senin (18/3/2024).
Faturachman menyebut, sinergi dengan perbankan tercermin dari dibukanya 100 titik layanan penukaran uang di wilayah Papua, termasuk daerah otonomi baru (DOB).
Adapun titik penukaran uang reguler di Jayapura yaitu Pasar Hamadi, Pasar Youtefa, Pasar Sentani, Pasar Skouw, dan beberapa pusat pertokoan atau perbelanjaan lain di Jalan Ahmad Yani, Entrop dan Abepura.
“Sementara, penukaran uang secara terpadu dapat dilakukan di mobil kas keliling BI yang bekerjasama dengan mobil layanan perbankan di area Pelabuhan Jayapura dan dan Bandara Sentani serta pasar-pasar murah,” jelasnya.
Uang Rupiah dapat ditukar setelah masyarakat melakukan pemesanan melalui aplikasi PINTAR BI. Berikut caranya :
1.Kunjungi link penukaran uang baru buat Lebaran 2023 https://pintar.bi.go.id/.
2.Pilih menu “Penukaran Uang Rupiah Melalui Kas Keliling” yang berada di halaman awal situs.
3.Pilih provinsi lokasi penukaran uang baru pada mobil kas keliling yang diinginkan.
4.Akan muncul daftar lokasi dan tanggal yang tersedia.
5.Pilih lokasi dan tanggal penukaran uang sesuai kebutuhan.
6. Isi data pemesanan, yang meliputi NIK KTP, nama lengkap, nomor telepon, dan alamat e-mail.
7.Isi jumlah lembar atau keping uang rupiah yang akan ditukarkan melalui kas keliling, dan akan diberi bukti pemesanan.
8.Bawa bukti pemesanan tersebut ke petugas kas keliling saat melakukan penukaran uang baru buat Lebaran 2023, sesuai dengan lokasi dan waktu yang dipilih.
BI mengimbau masyarakat terus mengutamakan instrumen nontunai dalam melakukan transaksi, antara lain QRIS, uang elektronik, dan digital banking.
“Kemudian berperilaku belanja bijak sesuai kebutuhan, berhemat, dan merawat Rupiah guna mendorong kesadaran masyarakat untuk semakin Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah,” kata Faturachman.
Editor : Syahriah Amir























































