JAYAPURA, Redaksipotret.co – Balai Bahasa Provinsi Papua menggelar malam puncak pemilihgan Duta Bahasa. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Horison Kotaraja di Kota Jayapura, Sabtu, 11 April 2026 malam.
Menghadirkan 20 finalis yang merupakan perwakilan dari Provinsi Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Tengah, Papua Selatan dan Papua Pegunungan. Sebelumnya para finalis telah mengikuti serangkaian seleksi.
Malam puncak pemilihan Duta Bahasa Provinsi Papua ini turut menghadirkan para juri antara lain, Ketua TP PKK Provinsi Papua, Rafatul Mulkiyah Matius Fakhiri, Ketua TP PKK Provinsi Papua Tengah, Nurhaidah Meki Nawipa, Yohana Susana Yembise perwakilan akademisi dan Kepala Balai Bahasa Provinsi Papua, Valentina Lovina Tanate.
Valentina mengatakan, pemilihan Duta Bahasa Papua dengan tema “Dari Tanah Papua Untuk Indonesia, Bahasa Sebagai Jembatan Peradaban” bukan sekadar rangkaian kata melainkan cerminan tekad.
“Bahwa dari ufuk timur Indonesia, bahasa sebagai identitas bangsa menuju masa depan yang beradab, terbit dari timur bersinar bagi semua,” ucapnya saat sambutan.
Valentina bilang, pemilihan Duta Bahasa tahun 2026 diselenggarakan sebagai upaya strategis untuk meningkatkan generasi muda dalam memanfaatkan fungsi bahasa Indonesia, bahasa daerah dan bahasa asing sesuai dengan ranah penggunaannya.
“Ketiganya merupakan pilar kebahasaan yang saling melengkapi dalam memperkuat karakter, martabat dan daya saing bangsa,” ujar Valentina.
Melalui kegiatan ini, generas muda papua diharapkan menjadi penyelaras semangat sumpah pemuda tahun 1928 tindakan nyata yang relevan dengan perkembangan zaman.
Dia berharap, 20 finalis yang telah berhasil melangkah hingga malam puncak diharapkan menjadi generasi muda Papua yang mampu menyalakan pelita peradaban melalui bahasa dan mengharumkan nama Papua di tingkat nasional maupun internasional.
Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi Papua, Rafatul Mulkiyah Matius Fakhiri berharap, kegiatan tersebut dapat terus melahirkan generasi muda Papua yang unggul, berkarakter dan mampu membawa nama daerah dengan bangga hingga ke mancanegara.
Rafatul juga berpesan kepada seluruh finalis agar terus melangkah dengan penuh keyakinan, jadilah pelita yang menerangi jalan peradaban melalui bahasa.
Setelah melalui berbagai penilaian oleh Dewan Juri, 10 putra putri Papua berhasil mendapatkan juara dan satu pemenang favorit. Selain mendapatkan piagam dan piala, para pemenang juga mendapatkan uang pembinaan.
Pemenang pertama pada ajang ini diraih oleh Isak Samuel Tunya dan Melani Tebuot Bame. Keduanya akan mewakili Provinsi Papua ke tingkat nasional yang akan digelar dalam waktu dekat.
Isak Samuel Tunya mengatakan, motivasi dirinya mengikuti ajang tersebut adalah untuk mengembangkan diri.
Dia juga mengaku ptimis program yang akan dijalankan mampu mendorong peningkatan literasi di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda Papua. (Syahriah)





















































