JAYAPURA, Redaksipotret.co – Kinerja Positif Belanja Negara ditopang oleh Pertumbuhan Positif Belanja Pemerintah Pusat dan Transfer Ke Daerah (TKD). Hingga 31 Juli 2024, belanja negara di Papua tercapai sebesar Rp30,82 triliun atau 47,94 persen dari Pagu APBN.
Demikian disampaikan Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Papua, Moudy Hermawan, di Jayapura, Kamis (15/8/2024).
Moudy mengatakan, angka ini meningkat 6,56 persen dari tahun sebelumnya. Realisasi belanja pemerintah pusat mencapai Rp8,06 triliun atau 51,90 persen dari Pagu, tumbuh 22,02 persen yoy yang ditopang oleh kenaikan belanja barang dan belanja modal sebagai dampak dari penyelenggaraan pemilu dan persiapan pilkada, masing-masing tumbuh sebesar Rp1.000,59 miliar dan Rp105,86 miliar.
Adapun dari sisi TKD, hingga akhir Juli 2024 telah tersalur sebesar Rp22,76 triliun atau 46,68 persen dari pagu, meningkat 1,99 persen dibandingkan tahun lalu. “Hal ini disebabkan oleh semua jenis TKD sudah mulai disalurkan secara bertahap,” ungkap Moudy.
Sementara, penyaluran Dana Alokasi Umum atau DAU menjadi penyaluran tertinggi secara yoy yaitu 10,88 persen. “Secara capaian, penyaluran DAU menjadi yang tertinggi yaitu 58,44 persen dari pagu,” jelasnya.
Untuk penyaluran Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik hingga 31 Juli 2024 mengalami pertumbuhan penyaluran sebesar 5,34 persen secara yoy.
Moudy mengatakan, menurunnya tingkat gagal salur pada tahun 2024 menjadi faktor utama yang memicu pertumbuhan penyaluran DAK Fisik 2024. Pertumbuhan pagu DAK Fisik juga membantu peningkatan besarnya penyaluran DAK Fisik 2024.
Editor : Syahriah Amir























































