JAYAPURA, Redaksipotret.co – Komponen transfer ke daerah tetap mendominasi struktur belanja negara di Papua.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Papua (Kanwil DJPb Provinsi Papua, Izharul Haq mengatakan, realisasi transfer ke daerah hingga Februari 2026 mencapai Rp6,55 triliun atau 18,04 persen dari pagu, dengan pertumbuhan sebesar 30,12 persen secara tahunan.
“Tingginya realisasi transfer ini menunjukkan peran strategis pemerintah pusat dalam mendukung kapasitas fiskal daerah,” kata Izharul, Senin, 30 Maret 2026.
“Mengingat sebagian besar pendanaan pembangunan di Papua masih bergantung pada dana transfer,” tambahnya.
Izharul juga mengungkapkan, penyaluran Dana Alokasi Umum (DAU) menjadi kontributor terbesar dalam transfer ke daerah, yang digunakan untuk mendukung kebutuhan dasar pemerintahan daerah.
Selain itu, kata dia, Dana Alokasi Khusus (DAK), baik fisik maupun nonfisik, juga menunjukkan peningkatan realisasi, yang diarahkan untuk mendukung program prioritas nasional di daerah, termasuk sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.
Terkait Dana Otonomi Khusus atau Otsus yang mulai berjalan secara bertahap, juga memberikan kontribusi signifikan sebagai instrumen afirmatif dalam percepatan pembangunan Papua.
“Secara keseluruhan, kinerja APBN di Papua hingga Februari 2026 menegaskan peran penting belanja negara, khususnya transfer ke daerah, sebagai motor utama penggerak ekonomi regional,” ucapnya.
Izharul mengatakan bahwa di tengah tekanan dan kondisi global yang tidak pasti, akselerasi belanja pemerintah menjadi strategi yang relevan untuk menjaga daya beli masyarakat, mempercepat pembangunan, serta mendorong aktivitas ekonomi.
“Ke depan, optimalisasi pendapatan negara serta peningkatan kualitas belanja menjadi kunci penting untuk menjaga keberlanjutan fiskal dan memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan dapat memberikan dampak maksimal bagi kesejahteraan masyarakat Papua,” pungkasnya. (Rilis)























































