JAYAPURA, Redaksipotret.co – Universitas Muhammadiyah (UM) Papua melaksanakan sidang terbuka senat wisuda sarjana angkatan XXI dan pascasarjana Ilmu Komunikasi, di Hotel Horison Abepura, Kota Jayapura, Selasa, 21 April 2026. Sebanyak 112 wisudawan masing – masing 22 orang pascasarjana dan 90 sarjana strata satu.
Rektor Universitas Muhammadiyah Papua, Dr. Rustamadji yang hadir secara virtual menyampaikan harapannya.
Dia berharap capaian akademik tersebut membawa keberkahan, kebaikan, dan manfaat tidak hanya bagi diri pribadi, tetapi juga bagi keluarga dan masyarakat luas.
Rektor juga mengingatkan bahwa para lulusan kini menjadi bagian dari keluarga besar Muhammadiyah dan alumni Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) yang tersebar di seluruh Indonesia.
Dia menekankan bahwa keberadaan PTM merupakan wujud nyata dakwah pencerahan Muhammadiyah.
“Perguruan Tinggi Muhammadiyah hadir untuk menebar kebaikan, termasuk di Tanah Papua. Janji Allah, mereka yang menebar kebaikan adalah orang-orang yang beruntung, dan keberuntungan itu harus bersifat spektakuler, bukan biasa-biasa saja,” tegasnya.
Rustamadji juga mengajak para lulusan untuk tidak hanya mengandalkan hard skill, tetapi terus mengasah soft skill, terutama kecerdasan emosional dan kepekaan sosial.
Menurutnya, kemampuan merasakan dan menjawab kebutuhan orang lain merupakan bagian penting dari kepemimpinan dan pengabdian di tengah masyarakat Papua.
Sementara itu, Anggota Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah, Prof. Edwin Akib mengatakan, hingga saat ini terdapat 164 Perguruan Tinggi Muhammadiyah di Indonesia.
Termasuk lima PTM di Tanah Papua, yakni Universitas Muhammadiyah Sorong (1982), Universitas Muhammadiyah Papua (2000), Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong (2004), Universitas Muhammadiyah Papua Barat di Manokwari (2007), dan Universitas Muhammadiyah Teluk Bintuni (2025).
Kepada para wisudawan, Edwin berpesan agar setelah lulus dari UM Papua, dapat mengabdikan diri untuk Tanah Papua.
“Anda harus tinggal membangun tanah ini dan tunjukkan alumni UM Papua bisa bekontribusi di tanahnya sendiri,” ucapnya.
Edwin berharap, para alumni UM Papua agar mampu memaksimalkan potensi diri dengan menggunakan keseimbangan antara kemampuan berpikir logis dan kreatif.
Hal ini dinilai penting untuk membentuk pola pikir yang terus berkembang seiring dengan perubahan zaman.
“Para alumni harus mampu menggabungkan “otak kiri dan kanan” menjadi kunci utama agar tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga adaptif dan inovatif,” ujarnya.
Dia juga berharap, para lulusan UM Papua mampu hidup berdampingan dengan perkembangan teknologi saat ini serta berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.

Kepala LLDIKTI Wilayah XIV Papua, Dr. Suriel Samuel Mofu mengatakan, penyelenggaraan wisuda menjadi indikator penting bahwa sebuah perguruan tinggi berada dalam kondisi yang sehat sekaligus memiliki kualitas yang terjaga.
“Hal ini mencerminkan bahwa proses akademik berjalan dengan baik hingga mahasiswa mampu menyelesaikan studinya sesuai standar yang ditetapkan,” kata Suriel saat sambutan.
Suriel juga berpesan kepada para wisudawan agar mendengarkan arahan dengan baik serta menjunjung tinggi sikap taat.
“Kenyataan bahwa bisa menyelenggarakan wisuda, itu artinya perguruan tinggi ini sehat dan berkualitas,” katanya.
Acara tersebut turut dihadiri Forkopimda Provinsi Papua dan Kota Jayapura serta Asisten II Setda Papua, Setiyo Wahyudi.
Dalam sambutannya, Setiyo Wahyudi menyampaikan, kontribusi ini menjadi bagian penting dalam mencetak sumber daya manusia yang berdaya saing serta berkarakter.
“Hal ini sejalan dengan visi pemerintah Provinsi Papua yaitu terwujudnya transformasi Papua yang cerdas, sejahtera dan harmonis,” ucap Setiyo.
Dia menambahkan, pendidikan menjadi fondasi utama dalam visi tersebut, karena melalui pendidikanlah lahir generasi yang mampu membawa perubahan dan kemajuan ekonomi daerah.
Pembangunan di Papua, sebutnya, membutuhkan kolaborasi semua elemen masyarakat, termasuk perguruan tinggi.
“Oleh karena itu, saya mengajak seluruh civitas akademika untuk terus berinovasi, melahirkan gagasan yang konstruktif, serta berperan aktif dalam menjawab tantangan pembangunan di era globalisasi, transformasi digital serta perkembangan teknologi yang semakin pesat,” pungkasnya.
Sementara itu, dari 112 wisudawan, lima diantaranya dengan IPK tertinggi atau cumlaude, masing – masing Rizky Nurbarokah Tarmino dari program studi Ilmu Komputer (S1) dengan nilai 3,96, Rahman 3,92 dan Akiva Rabia 3,89.
Dari program studi Magister Ilmu Komunikasi masing-masing Muammar Katsir nilai IPK 3,98 dan Anggara Firmandanu Winarto dengan nilai IPK 3,86.
Sementara, empat wisudawan menerima penghargaan sebagai lulusan terbaik non akademik atas dedikasi luar biasa dalam organisasi dan olahraga.
Empat wisudawan yaitu, Ester Bagau, Harris Richard Samuel Yoku (Wakil Bupati Jayapura), Simon Walilo dan Everth Zacharias Joumilena. (Syahriah)






















































