SORONG, Redaksipotret.co – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat aset bank umum mengalami pertumbuhan.
Pada posisi September 2024, aset perbankan konvensional sebesar Rp95,91 triliun, tumbuh 10,57 persen menjadi Rp106,5 triliun pada September 2025.
Selain aset, dana pihak ketiga atau DPK bank umum pada September 2025 juga mengalami pertumbuhan. Tercatat Rp53,99 triliun atau tumbuh 5,25 persen dari Rp51,30 triliun pada September 2024.
Realisasi penyaluran kredit mengalami peningkatan dari sebelumnya Rp39,73 triliun pada September 2024 menjadi Rp41,72 triliun pada September 2025 atau tumbuh 5,01 persen.
Sementara, risiko kredit pada bank umum mengalami peningkatan dengan rasio Non Performing Loan atau NPL per Agustus 2025 sebesar 2,74 persen, pada 2024, NPL tercatat 2,37 persen. Namun demikian, angka tersebut masih berada di bawah batas NPL nasional yakni 5 persen.
“Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kualitas kredit masih terjaga dan tetap berada pada level positif, sehingga kami berharap stabilitas ini dapat terus dipertahankan,” ucap Kepala Bagian Pengawasan Industri Jasa Keuangan OJK Papua, Yosua Rinaldy dalam media gathering di Sorong, Papua Barat Daya, Rabu (3/12/2025).
Yosua bilang, secara umum kinerja lembaga jasa keuangan di wilayah Papua relatif terjaga dan masih berjalan aman, stabil dan tumbuh dengan baik.
Sementara itu, pada 2025 ini, secara nasional OJK menargetkan pertumbuhan kredit perbankan 9-11 persen dan DPK tumbuh 6-8 persen. (Syahriah)





















































