JAYAPURA, Redaksipotret.co – Teaching Factory atau TEFA, salah satu program unggulan yang menjadi kelanjutan dari pembelajaran vokasi di sekolah.
Selama ini, pembelajaran vokasi kerap kali hanya berfokus pada teori dan praktik teknis dasar. Melali TEFA, sekolah ingin melangkah lebih jauh dengan membentuk keterampilan teknis sekaligus sikap kerja yang profesional pada diri siswa.
Randy Maulana Yusuf selaku Vocational Manager Astra Motor Papua mengatakan, dunia industri sangat kental dengan dinamika operasional lapangan, profesionalitas, serta penerapan standar keselamatan kerja atau safety.
“Dalam bidang rekayasa dan teknis, safety merupakan prioritas utama. Harapan kami, keberadaan TEFA dapat menghadirkan ekosistem industri yang plug and play atau siap pakai dan siap kerja di lingkungan sekolah,” ujar Randy, Sabtu, 5 September 2026.
Melalui program ini, Randy mengatakan, melalui program ini, siswa tidak hanya dibekali teori dan praktik dasar selama tiga tahun pembelajaran, tetapi juga langsung diasah memiliki sikap kerja, pemahaman safety yang matang.
“Hingga kesiapan dalam menghadapi konsumen secara profesional. Urgensi TEFA makin terasa karena pembelajaran yang hanya mengandalkan teori di kelas memiliki keterbatasan,” ucap Randy.
“Jika hanya paham teori, siswa hanya tahu konsep saat terjadi kerusakan, tetapi akan mengalami kesulitan saat terjun langsung di lapangan,” ujarnya menambahkan.
Oleh karena itu, kata Randy, Astra Honda Motor melalui Astra Motor Papua ingin menghadirkan gambaran dunia nyata agar siswa paham kondisi praktik yang sesungguhnya dan siap menghadapi realitas industri.
Untuk menjembatani kemampuan siswa dengan kebutuhan industri yang sebenarnya, proses pembelajaran praktik di sekolah harus mengedepankan standar profesionalitas tinggi.
“Langkah awal yang krusial dalam mewujudkan hal ini adalah membangun eksosistemnya terlebih dahulu melalui kolaborasi dan konsistensi, seperti kerja sama yang terjalin antara sekolah kejuruan dengan pihak Astra Motor Papua,” jelasnya.
Randy mengungkapkan, pembentukan ekosistem sebuah proses yang membutuhkan waktu, ketika ekosistem tersebut sudah terbentuk, konsisten menjadi kunci utama agar TEFA dapat terus berjalan.
“Pada dasarnya tidak ada kendala berarti dalam proses ini, karena semua pihak menyambut baik. Tahapan yang sedang dijalani saat ini adalah merangkul satu persatu untuk dijadikan SMK mitra binaan terlebih dahulu, sebelum pengembangan TEFA,” ujarnya. (Syahriah)























































