JAYAPURA, Redaksipotret.co – Papua salah satu provinsi penghasil kopi terbaik di dunia. Kopi Papua memiliki keistimewaan tersendiri. Cita rasa yang kaya dan aroma yang khas membuat kopi Papua telah mendapatkan tempat yang istimewa bagi para pecinta kopi di dunia.
Demikian diungkapkan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Juda Agung, sesaat sebelum pembukaan Festival Kopi (Feskop) Papua ke-7 yang diselenggarakan Bank Indonesia bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Papua di ex terminal PTC Entrop, Kota Jayapura, Rabu (14/8/2024) malam.
Juda mengatakan, pegunungan Papua yang subur dengan ketinggian dan iklim yang ideal telah menghasilkan biji kopi pilihan yang sangat berkualitas.
“Namun, kedepan masih banyak potensi yang perlu kita maksimalkan dari kopi Papua ini, karena berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kopi produksi Papua baru sekitar 3.000 ton atau 0,4 persen dari produksi nasional,” ujar Juda.
Hal itu menggambarkan adanya peluang yang besar untuk terus mengembangkan industri kopi di Papua. Dengan potensi yang begitu besar, kata Juda Agung, maka saatnya kopi Papua didorong agar tidak hanya berhenti di dalam negeri.
“Pasar global menanti produk berkualitas dari Papua. Kita harus mendorong produsen kopi untuk berani melangkah lebih jauh menembus pasar ekspor dan membawa nama kopi Papua ke kancah internasional,” ucapnya.
Pada kesempatan tersebut, Juda Agung menyampaikan lima strategi untuk mendorong kemajuan kopi Papua.
Pertama, kualitas yang terjaga, konsisten dan memenuhi standar internasional, kedua, kuantitas produksi yang selalu terjaga ketersediaannya, ketiga, Branding yang kuat dengan mengusung keunikan, nilai tambah, dan menciptakan pasar yang spesifik, keempat, Digital marketing, untuk memperluas akses pasar melalui media pemasaran digital e-commerce, dan kelima, Riset dan akses pasar, untuk mendorong UMKM kopi go global dengan mengetahui preferensi konsumen di negara-negara tujuan ekspor.
Feskop Papua ke-7 telah berlangsung sejak 14 Agustus dan akan berakhir pada 18 Agustus 2024 dengan tema “Gemilang Emas Hijau Papua Yang Mendunia”.
Sebelumnya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Papua, Faturachman mengatakan, ada delapan event utama dalam Feskop tahun ini, yaitu opening ceremony, business matching, competition, music festival, talkshow, coffee lounge, workshop dan edukasi, dan closing ceremony.
“Dalam business matching, kami menghadirkan empat calon aggregator (pengepul) nasional yaitu Beyond Borders Coffee, Ontosoroh Coffee, Kopi Tuku dan Kopi Fore. Ini penting untuk mematchkan pelaku kopi dan aggregator,” jelas Faturachman di Jayapura, Kamis (8/8/2024).
Berbeda dengan tahun sebelumnya, pelaksanaan Feskop tahun ini sinergitas diperluas dengan instansi terkait, asosiasi kopi dan pegiat kopi tak hanya dari Papua, tetapi juga dari Papua Barat.
Pelaksanaan Feskop Papua dari tahun ke tahun terus menghadirkan inovasi, terutama dari sisi penyelenggaraan acara. Hal ini dilakukan untuk mendorong penguatan UMKM wilayah Papua khususnya kopi agar mampu meningkatkan kapasitas dan kapabilitasnya, serta semakin berdaya saing.
Editor : Syahriah Amir























































