JAYAPURA, Redaksipotret.co – BPJS Kesehatan Kantor Cabang Jayapura terus mendorong peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk memanfaatkan fitur Skrining Riwayat Kesehatan sebagai langkah deteksi dini penyakit kronis.
Layanan gratis berbasis digital ini dinilai efektif membantu peserta mengenali potensi risiko penyakit tidak menular sejak awal, sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, Hernawan Priyastomo, mengatakan skrining riwayat kesehatan merupakan bagian dari upaya promotif dan preventif BPJS Kesehatan dalam menjaga kualitas hidup peserta JKN.
“Melalui skrining riwayat kesehatan, peserta bisa mengetahui lebih awal potensi risiko penyakit seperti diabetes, hipertensi, gagal ginjal, maupun jantung. Dengan deteksi dini, penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan terarah di fasilitas kesehatan,” ujar Hernawan.
Dia menjelaskan, skrining ini dilakukan dengan mengisi kuesioner singkat mengenai kondisi kesehatan pribadi, riwayat penyakit keluarga, serta pola hidup. Skrining dapat diakses kapan saja dan cukup dilakukan secara rutin satu kali dalam setahun.
“Peserta tidak perlu menunggu sakit. Cukup beberapa menit melalui aplikasi Mobile JKN, website BPJS Kesehatan, atau layanan PANDAWA, hasil skrining langsung bisa diketahui,” tambahnya, Selasa, 21 Januari 2026.
Untuk memudahkan peserta, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, Hernawan Priyastomo, menjelaskan bahwa skrining riwayat kesehatan dapat dilakukan dengan mudah melalui berbagai kanal digital yang telah disediakan.
Dia menyampaikan bahwa melalui aplikasi Mobile JKN, peserta cukup masuk menggunakan NIK, kemudian memilih menu Skrining Riwayat Kesehatan dan mengisi kuesioner sesuai kondisi kesehatan, hingga hasil skrining langsung ditampilkan di aplikasi.
Selain itu, Hernawan menuturkan bahwa peserta juga dapat melakukan skrining melalui laman webskrining.bpjs-kesehatan.go.id dengan memasukkan NIK atau nomor kartu JKN dan tanggal lahir.
Setelah data terverifikasi, peserta diminta mengisi kuesioner secara jujur dan hasil skrining akan muncul serta dapat diunduh.
Dia menambahkan bahwa skrining juga bisa diakses melalui layanan PANDAWA berbasis WhatsApp. Peserta cukup menghubungi nomor PANDAWA BPJS Kesehatan, memilih menu skrining kesehatan, dan sistem akan mengarahkan ke laman pengisian kuesioner hingga hasil skrining diperoleh.
Hernawan menegaskan, apabila hasil skrining menunjukkan risiko sedang atau tinggi, peserta diimbau segera melakukan pemeriksaan lanjutan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).
“Skrining ini adalah langkah awal. Dilakukan sekali setahun untuk semua usia. Jika ingin berobat namun belum skrining kesehatan, silahkan bisa melakukan skrining pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) terdaftar,” pungkasnya.
Manfaat skrining ini turut dirasakan langsung oleh peserta JKN dan keluarganya. Ludia, istri dari salah seorang peserta JKN yang pernah mengalami serangan jantung dan telah menjalani operasi pemasangan tiga ring jantung, menuturkan bahwa skrining riwayat kesehatan menjadi perhatian utama keluarganya saat ini.
“Sejak suami saya terkena serangan jantung, kami sekeluarga sangat mengandalkan skrining riwayat kesehatan untuk mendeteksi dini penyakit, terutama yang berpotensi secara genetik seperti jantung,” ungkap Ludia.
Menurutnya, fitur skrining riwayat kesehatan BPJS Kesehatan sangat bermanfaat bagi keluarga dengan riwayat penyakit kronis. Ia juga menyampaikan apresiasi atas perlindungan JKN yang dirasakan keluarganya.
“Kami sangat berterima kasih kepada BPJS Kesehatan karena seluruh biaya pengobatan suami saya, termasuk operasi tiga ring jantung, ditanggung. Sekarang suami saya rutin kontrol ke dokter, mendapatkan obat jantung dan suntikan insulin karena awal mula penyakit jantungnya dipicu diabetes melitus,” ujarnya. (Redaksi)






















































