JAYAPURA, Redaksipotret.co – Bank Indonesia mencatat pertumbuhan Dana Pihak Ketiga atau DPK pada triwulan IV tahun 2025 melambat dibandingkan triwulan III tahun yang sama.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Faturachman mengatakan, pada triwulan IV, DPK tumbuh 6,54 persen, lebih rendah dibandingkan triwulan III yang tumbuh sebesar 6,82 persen.
Dia bilang, perlambatan pertumbuhan DPK tersebut terutama dipengaruhi oleh penurunan pada komponen deposito.
“Penurunan ini salah satunya disebabkan oleh realisasi belanja pemerintah yang berdampak pada berkurangnya dana simpanan di perbankan,” jelas Faturachman di Jayapura, Kamis, 22 Januari 2026.
Faturachman berharap, agar pemerintah daerah terus meningkatkan realisasi belanja, sehingga dapat mendorong perputaran ekonomi di daerah serta menjaga stabilitas likuiditas perbankan di wilayah Papua.
Sementara, dari sisi rumah tangga, kondisi DPK relatif terjaga. Sektor rumah tangga masih mencatatkan pertumbuhan tabungan dan deposito yang cukup stabil, sehingga tidak terjadi kontraksi yang signifikan.
“Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan dan minat menabung masyarakat masih berada pada level yang baik,” ucapnya.
Untuk diketahui, DPK terdiri dari tiga komponen utama, yakni deposito, tabungan, dan giro. (Syahriah)

























































