JAYAPURA, Redaksipotret.co – Martha Ngurmetan, seorang ibu hamil meninggal dunia bersama janin dalam kandungannya di RS Marthen Indey Jayapura, Papua pada Sabtu (27/12/2025) pukul 03.00 WIT.
Menurut keterangan pihak keluarga, Matha masuk ke RS Marthen Indey pada Jumat, 26 Desember 2025 pukul 09.00 WIT berdasarkan rujukan.
Tak lama kemudian, beredar di media sosial, keterangan ketidakpuasan keluarga Matha atas pelayanan rumah sakit tersebut.
Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Marthen Indey, Kolonel Ckm dr. Rudy Dwi Laksono merespons hal tersebut dengan melakukan pertemuan bersama Dinas Kesehatan.
“Kami melibatkan Dinas Kesehatan untuk mengampu dari sisi teknis medis. Kami ingin memastikan secara transparan apakah ada kekurangan atau memang semua sudah sesuai prosedur,” kata Rudy.
Pihak RS Marthen Indey menyatakan sangat menghormati suasana duka yang dialami keluarga. Oleh karena itu, pertemuan resmi dengan keluarga inti direncanakan akan dilakukan pada Senin (29/12/2025).
“Saat ini keluarga masih dalam suasana berduka yang mendalam. Kami menghormati waktu mereka. Senin mendatang, kami akan duduk bersama suami dan keluarga agar semuanya menjadi jelas dan terang,” ucapnya.
Dugaan Penyebab Emboli Air Ketuban
Dokter spesialis yang menangani pasien, Dr. dr. David Randel Christanto mengungkapkan bahwa penyebab kematian pasien diduga kuat akibat cardiac arrest (henti jantung) mendadak yang dipicu oleh Emboli Air Ketuban.
Kondisi ini merupakan komplikasi persalinan yang langka namun sangat fatal, di mana air ketuban masuk ke dalam aliran darah ibu.
“Kami telah memberikan edukasi kepada pihak suami mengenai kondisi ini. Kejadiannya sangat cepat, pasien tiba-tiba mengalami apneu (henti napas) dan seluruh wajah membiru saat proses pembukaan hampir lengkap,” jelas David.
Kronologi Berdasarkan Rekam Medis
Berdasarkan data rumah sakit, berikut adalah rangkaian penanganan medis yang diberikan kepada pasien (37-38 minggu) pada tanggal 26-27 Desember 2025:
1. 26 Desember 2025
– Pukul 09.40 WIT: Pasien tiba dengan rujukan untuk rencana induksi persalinan. Kondisi awal ibu dan janin dilaporkan baik.
– 11.00-13.00 WIT: petugas medis sempat mengedukasi pasien dan suami mengenai opsi operasi sesar (SC), namun pihak keluarga memilih untuk tetap menjalani proses persalinan normal (induksi).
– 13.00-23.00 WIT : proses induksi berjalan sesuai tahap. Detak Jantung Janin (DJJ) dan kondisi ibu dipantau secara berkala setiap jam dalam kondisi stabil.
2. 27 Desember 2025
– 02.30 WIT : ketuban pecah secara spontan dan berwarna jernih. Pembukaan sudah mencapai 9 cm.
– 02.32. WIT : secara mendadak, pasien mengalami apneu (henti napas), wajah membiru (sianosis), dan nadi melemah. Tim medis segera melakukan tindakan darurat (RJP, pemasangan oksigen, dan injeksi epinefrin).
– 03.17 WIT : Dr. David tiba di ruangan dan melakukan pemeriksaan mendalam dan upaya penyelamatan dengan maksimal di hadapan suami pasien.
– 03.55 WIT : pihak rumah sakit menyatakan pasien telah meninggal dunia. (Rilis)


















































