JAYAPURA, Redaksipotret.co – Kebakaran kembali melanda sejumlah kantor pemerintahan yang berada di kompleks Kantor Bupati Jayapura pada Minggu (29/10/2023) pukul 04.00 WIT.
Peristiwa serupa telah terjadi pada Kamis, 17 Agustus 2023. Tiga kantor pemerintahan yang terdapat dalam satu gedung di Kompleks Kantor Bupati Jayapura, Papua, ludes di lahap api sekitar pukul 06.00 WIT.
Kemudian, pada Jumat, 1 September 2023, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jayapura yang berada di areal kompleks Kantor Bupati Jayapura terbakar pada pukul 23.15 WIT.
Peristiwa tersebut memunculkan beragam spekulasi. Bahkan Ketua Forum Keadilan Kemanusiaan atau FPK Kabupaten Jayapura, Menasse Bernard Taime menduga kebakaran tersebut disengaja untuk menghilangkan dokumen dan barang bukti terkait kasus Peusda Baniyau dan Banjir Bandang tahun 2019.
“Saya menduga terbakarnya gedung D di kompleks Kantor Bupati Jayapura ada indikasi sengaja dilakukan untuk menghilangkan bukti-bukti terkait dua kasus tersebut,” ucap menasse di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Minggu (29/10/2023).
Menasse yang juga Ketua PPLH Kabupaten Jayapura itu mengatakan, sebelum peristiwa kebakaran di gedung D terjadi, terlebih dahulu ada upaya pembakaran di gedung A lantai II tepatnya di ruangan bagian perlengkapan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Jayapura yang bersebelahan dengan ruang Media Center Dinas Kominfo, kemudian di Kantor Badan Litbang Kabupaten Jayapura.
“Kenapa saya curiga seperti itu, karena tadi di lokasi kejadian ditemukan adanya alat bukti yang mengarah kepada rencana pembakaran pertama di gedung A lantai dua berupa ban mobil yang sudah terbakar dibawah gardu dari ruang Setda dan upaya pembakaran kedua di Kantor Litbang,” ujarnya.
“Namun api tidak membakar kedua gedung itu, karena cepat diatasi oleh pihak kepolisian dan Satpol PP. Jadi, ini ada indikasi sengaja untuk menghilangkan bukti-bukti,” sambung Menasse.
Selain itu, Menasse juga menduga gedung D sengaja dibakar untuk melengserkan kepemimpinan Penjabat Bupati Jayapura Triwarno Purnomo.
“Diduga ingin menggulingkan Pj Bupati, karena sudah mendekati evaluasi triwulan empat di bulan Desember. Jadi, ada perjuangan untuk melengserkan dengan cara sengaja melakukan pembakaran di areal Kantor Bupati Jayapura,” jelasnya.
Dia pun berharap, Polisi dapat mengungkap kebenaran dan menyampaikannya secara terbuka kepada publik.
Menasse juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap tenang dan percayakan kasus tersebut kepada pihak kepolisian untuk mengungkap tuntas penyebab kebakaran.
Menasse mengingatkan agar gedung lain yang berada dalam areal Kantor Bupati Jayapura dijaga ketat lantaran bisa menjadi sasaran berikutnya. Meskipun begitu, dia tak menjelaskan asal dugaannya tersebut.
Sebelumnya, Kapolres Jayapura, AKBP Fredrickus Maclarimboen menyebutkan bahwa peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 05.00 WIT dan kobaran api pertama kali terlihat dari lantai tiga.
“Informasinya ada enam OPD (dinas), yakni Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Perkebunan dan Peternakan, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (Pertanian), Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Pariwisata, serta Dinas Lingkungan Hidup (LH) yang terbakar. Kita masih menunggu hasil Labfor,” ucap Kapolres.
Penulis : Muhammad Irfan | Editor : Syahriah Amir

























































