JAYAPURA, Redaksipotret.co – Kesehatan adalah aset paling berharga, yang sering kali baru disadari saat sakit datang menyapa. Hal inilah yang dirasakan oleh Risa Yani, seorang ibu rumah tangga yang baru saja menjalani prosedur operasi akibat tumor yang dideritanya.
Sebagai peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Risa tidak perlu khawatir biaya operasi yang mahal, sehingga ia bisa fokus pada proses pemulihan.
Semua bermula saat perutnya tiba-tiba merasakan sakit yang membuat Risa merasa tidak nyaman untuk berkativitas, mulai dari nyeri hingga demam akhirnya ia memutuskan untuk segera memeriksakan diri ke dokter.
“Awalnya perut saya nyeri, sampai demam juga. Karena nyeri tidak mereda, saya periksa ke Puskesmas Koya Barat. Hasil pemeriksaan dokter menyatakan kalau saya butuh penanganan serius di rumah sakit,” ungkapnya.
“Lalu saya diberi rujukan ke rumah sakit Ramela Koya Barat untuk diperiksa, dokter mendiagnosa terkena tumor dinding abdomen sehingga diperlukan tindakan operasi,” kata Risa menambahkan.
Risa menceritakan, betapa bermanfaatnya program JKN yang ia gunakan selama masa pengobatan di fasilitas kesehatan. Mulai dari pelayanan hingga ketersediaan obat yang menunjang masa pemulihannya.
“Saya tidak menyangka ternyata BPJS Kesehatan bisa menanggung biaya operasi pengangkatan tumor, padahal saya hanya bayar iuran Rp35 ribu per bulan,” katanya.
Dia kemudian mengaku bersyukur terdaftar sebagai peserta JKN, walaupun sebagai peserta kelas III, pelayaan yang diberikan sama dan tetap optimal.
“Untuk obat yang diresepkan juga sangat membantu, disamping gratis obat yang diresepkan selalu tersedia, sehingga saya tidak pernah putus obat selama perawatan,” ucapnya.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, Hernawan Priyastomo, mengungkapkan bahwa pelayanan yang didapatkan Risa berkat iuran yang dibayarkan oleh seluruh masyarakat secara gotong royong.
”BPJS Kesehatan telah membiayai banyak penyakit berbiaya mahal sejak tahun 2014. Iuran yang kita bayarkan setiap bulan bisa menolong peserta JKN lain yang perlu berobat, manfaat inilah yang dirasakan Risa. Terlebih lagi jika penyakitnya mahal atau bahkan harus menjalani seumur hidup,” kata Hernawan.
Dia juga menyampaikan bahwa pelayanan yang didapat Risa merupakan hasil dari kolaborasi dan koordinasi yang baik antara BPJS Kesehatan dengan fasilitas kesehatan.
“Kami berupaya optimal untuk secara konsisten melakukan monitoring dan evaluasi pelayanan kesehatan, baik itu dari segi administrasi, substansi layanan, maupun saran dan masukan demi meningkatkan pelayanan JKN di fasilitas kesehatan,” ujarnya.
Hernawan mengimbau masyarakat yang terdaftar sebagai peserta mandiri agar rutin membayar iuran sebelum tanggal 10 setiap bulannya. Menurutnya, ketika masyarakat membutuhkan layanan kesehatan, mereka bisa mengandalkan JKN kapan saja dan dimana saja.
“Ayo rutin membayar iuran JKN tepat waktu sebelum tanggal 10, agar status kepesertaan tetap aktif dan terhindar dari denda pelayanan rawat inap. Dengan rutin membayar iuran, kita tidak hanya menolong diri sendiri tapi juga jutaan peserta JKN yang membutuhkan,” pungkasnya. (Rilis)





























































