JAYAPURA, Redaksipotret.co – Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat (Kabid Bimas) Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Papua, Muslimin Yelipele, mengatakan zikir dan doa kebangsaan merupakan wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas kemerdekaan yang dianugerahkan kepada bangsa Indonesia.
Muslimin mengapresiasi penyelenggaraan Zikir dan Doa Kebangsaan yang digelar Kementerian Agama Republik Indonesia pada 1 Agustus 2026 sebagai rangkaian awal menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat rasa syukur sekaligus meneguhkan semangat persatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, Muslimin menilai zikir dan doa menjadi ikhtiar spiritual yang selaras dengan nilai-nilai Islam dalam membangun kehidupan masyarakat yang damai, sejahtera, dan penuh keberkahan.
“Bagi bangsa Indonesia, zikir merupakan bentuk syukur kepada Allah SWT atas rahmat kemerdekaan yang telah diberikan kepada bangsa ini. Dengan senantiasa mengingat Allah, kita berharap kehidupan masyarakat menjadi lebih baik, bangsa semakin maju, serta diberikan keberkahan dalam setiap langkah pembangunan,” ujar Muslimin, Jumat, 31 Juli 2026.
Dia menjelaskan, makna zikir tidak hanya sebatas melafalkan pujian kepada Allah SWT, tetapi juga mengingat kembali sejarah panjang perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan dari penjajahan.
Kesadaran akan perjuangan tersebut, menurutnya, harus menjadi motivasi untuk terus menjaga persatuan dan mengisi kemerdekaan dengan berbagai karya nyata.
“Melalui zikir, kita juga diingatkan pada perjuangan para pendahulu yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan Indonesia. Karena itu, kita perlu menjaga amanah kemerdekaan dengan terus berbuat kebaikan bagi bangsa dan negara,” katanya.
Muslimin berharap zikir dan doa kebangsaan dapat menjadi sarana memohon kepada Allah SWT agar Indonesia senantiasa diberikan kedamaian, keberkahan, serta mampu mewujudkan cita-cita sebagai bangsa yang berdaulat, adil, dan makmur.
“Kita berharap Allah SWT senantiasa memberikan kebaikan, kedamaian, keberkahan, sehingga Indonesia benar-benar menjadi negeri yang adil dan makmur sebagaimana cita-cita bersama,” ucapnya.
Muslimin mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum Zikir dan Doa Kebangsaan sebagai pengingat akan pentingnya bersyukur atas nikmat kemerdekaan serta memperkuat kehidupan yang harmonis dalam berbangsa, bernegara, dan beragama.
“Harapan kita tentu sama, seluruh masyarakat Indonesia terus mensyukuri nikmat kemerdekaan, hidup rukun dalam keberagaman, serta mengisinya dengan amal dan karya terbaik demi kemajuan bangsa,” pungkasnya. (Rilis)





























































