JAYAPURA, Redaksipotret.co – Komitmen PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Maluku dan Papua (UIP MPA) dalam memberdayakan masyarakat tidak berhenti pada peningkatan kapasitas produksi.
Melalui Pelatihan Pemasaran Produk UMKM Jamur Tiram yang berlangsung pada 28–30 Juli 2026 di Kampung Sabron Yaru, Kabupaten Jayapura, PLN melengkapi ekosistem pemberdayaan dengan memperkuat kompetensi pemasaran, sehingga hasil budidaya masyarakat memiliki daya saing, nilai tambah, dan peluang pasar yang lebih luas.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UIP MPA melalui Program Pengembangan Budidaya Jamur Tiram Kampung Sabron Yaru dengan Dukungan Ruang Budidaya dan Pelatihan Pemasaran Produk.
Pelatihan menghadirkan Ika Palimbunga dari Lembaga Pesona Pariwisata Papua sebagai instruktur yang membekali peserta mengenai strategi pemasaran, branding produk, pengemasan, penentuan harga, pelayanan pelanggan, hingga pemanfaatan media digital sebagai sarana promosi.
Program ini menjadi tahapan lanjutan setelah para petani berhasil meningkatkan kemampuan budidaya melalui pendampingan intensif dan dukungan fasilitas dari PLN.
Tidak hanya mampu menghasilkan jamur berkualitas, kelompok tani Sabron Yaru kini telah berhasil memproduksi benih jamur secara mandiri, sehingga biaya produksi menjadi lebih efisien sekaligus membuka peluang peningkatan kapasitas usaha.
Penanggung Jawab Kelompok Tani Jamur Sabron Yaru, Aksamina Demetouw, menyampaikan apresiasi kepada PLN atas komitmen yang terus diberikan dalam mendampingi masyarakat sejak awal program hingga memasuki tahap penguatan pemasaran.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada PLN atas dukungan yang luar biasa. Fasilitas budidaya yang diberikan sangat membantu perkembangan kelompok tani kami. Saat ini para petani bahkan sudah mampu membuat benih jamur sendiri, sehingga kami semakin mandiri dan tidak lagi bergantung pada pasokan dari luar daerah,” ujar Aksa.
Menurutnya, pengembangan program akan terus dilanjutkan melalui penambahan rumah kumbung dan ruang produksi guna meningkatkan kapasitas budidaya sekaligus memenuhi kebutuhan pasar yang semakin besar.
“Ke depan akan ada penambahan rumah kumbung dan ruang produksi agar kapasitas budidaya terus meningkat. Kami juga berharap peserta yang mengikuti pelatihan pemasaran ini nantinya dapat membagikan ilmunya kepada petani lainnya,” jelasnya.
Dengan begitu, semakin banyak masyarakat yang mampu membudidayakan jamur dan pengetahuan ini dapat berkembang luas di Kampung Sabron Yaru.
Perwakilan Dinas Kehutanan Kabupaten Jayapura, Ridwan Admojo, turut memberikan apresiasi atas perkembangan kelompok tani yang dinilai berhasil melewati tahapan penting dalam pengembangan usaha, mulai dari budidaya hingga produksi.
“Kami mengapresiasi pencapaian para petani jamur Sabron Yaru yang telah berhasil melewati tahapan produksi. Kini tantangan berikutnya adalah meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperluas pemasaran agar produk yang dihasilkan mampu menjangkau pasar yang lebih luas,” katanya.
:Manfaatkan pelatihan ini sebaik-baiknya karena kompetensi pemasaran akan menjadi salah satu kunci keberhasilan usaha ke depan,” ujarnya, Kamis, 30 Juli 2026.
Sementara itu, Manager Perizinan dan Komunikasi PLN UIP MPA, Amir Alatas, menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat yang dilakukan PLN tidak hanya berfokus pada penyediaan sarana dan pelatihan teknis, tetapi juga membangun ekosistem usaha yang berkelanjutan.
Program ini merupakan bagian dari kepedulian PLN terhadap masyarakat, khususnya dalam mendukung pengembangan UMKM, penguatan kompetensi, dan keberlanjutan ekonomi masyarakat.
“Kami meyakini bahwa produksi yang baik harus diiringi dengan strategi pemasaran yang tepat agar produk memiliki nilai tambah dan mampu memberikan manfaat ekonomi yang optimal bagi masyarakat,” jelasnya.
Dia menyampaikan bahwa Program Budidaya Jamur Tiram Sabron Yaru diharapkan dapat menjadi contoh praktik baik bagi wilayah lain dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal berbasis pemberdayaan masyarakat.
“Program Jamur Tiram Sabron Yaru kami harapkan dapat menjadi benchmark bagi kelompok masyarakat maupun wilayah lain.
“Dengan dukungan fasilitas yang terus berkembang, kemampuan produksi yang semakin baik, serta kompetensi pemasaran yang semakin kuat, program ini diharapkan mampu menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi yang semakin luas bagi masyarakat,” pungkasnya. (Rilis)





















































