JAYAPURA, Redaksipotret.co – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenpar Ekraf) mengusulkan kepada Bank Indonesia agar melibatkan perusahaan perjalanan wisata (travel agent) dalam gelaran Festival Kopi (Feskop) Papua.
“Tahun depan pada pelaksanaan Feskop Papua ke-8, kami usulkan kalau boleh melibatkan travel agent tour operator, jadi festivalnya di Jayapura, pengunjung juga bisa melihat kebun kopi di Papua pegunungan atau di selatan dengan menjadi turis, sehingga kunjungan turis ke Papua bisa meningkat, dan berkontribusi langsung kepada masyarakat,” ujar Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ekraf, Ni Made Ayu Martini pada pembukaan Feskop Papua ke-7 di ex Terminal PTC Entrop, Kota Jayapura, Rabu (14/8/2024) malam.
Usulan itu disampaikan Ni Made lantaran melihat tingkat kunjungan wisatawan ke Papua masih rendah, tak sebanding dengan perkembangan pariwisata di Indonesia yang saat ini sangat pesat.
“Tahun 2023, jumlah wisatawan di Indonesia mencapai 11,7 juta orang, sesuai target kita. Dan hampir semua orang minum kopi. Ketika kita ke suatu daerah atau negara sebagai turis, pasti kita menemukan kopi. Bagaimana caranya kita brandingkan kopi Papua melalui pariwisata,” kata Ni Made.
Menurutnya, kehadiran Bank Indonesia yang konsisten dan sangat peduli dengan ikon produk Papua ini, sehingga Kemenpar Ekraf siap menjadi bagian dari kolaborasi Pentahelix tersebut.
Ni Made mengatakan bahwa kopi merupakan eksosistem, oleh karena itu tidak hanya memperhatikan dari sisi hilirnya, namun dari sisi hulu juga perlu dibangun.
Dia juga menganjurkan masyarakat Indonesia termasuk di Papua untuk memanfaatkan media sosial sebagai media promosi kopi Papua sehingga menjadi top of mind setiap kali kopi Indonesia disebut.
“Pengguna media sosial saat ini sudah mencapai 5 miliar, ini bisa dimanfaatkan untuk memperkenalkan kopi Papua lebih luas. Kami juga setuju semua ikut mendukung untuk menjadikan Jayapura sebagai hub untuk kopi dari seluruh Papua, sehingga setiap event internasional, kopi Papua selalu menjadi juara, bukan hanya barista, roasternya, tetapi juga kopi dan petaninya,” ujar Ni Made.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Juda Agung mengatakan, Papua salah satu provinsi penghasil kopi terbaik di dunia. Kopi Papua memiliki keistimewaan tersendiri. Cita rasa yang kaya dan aroma yang khas membuat kopi Papua telah mendapatkan tempat yang istimewa bagi para pecinta kopi di dunia.
“Pasar global menanti produk berkualitas dari Papua. Kita harus mendorong produsen kopi untuk berani melangkah lebih jauh menembus pasar ekspor dan membawa nama kopi Papua ke kancah internasional,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Papua, Faturachman mengatakan, ada delapan event utama dalam Feskop tahun ini, yaitu opening ceremony, business matching, competition, music festival, talkshow, coffee lounge, workshop dan edukasi, dan closing ceremony.
“Dalam business matching, kami menghadirkan empat calon aggregator (pengepul) nasional yaitu Beyond Borders Coffee, Ontosoroh Coffee, Kopi Tuku dan Kopi Fore. Ini penting untuk mematchkan pelaku kopi dan aggregator,” jelas Faturachman.
Berbeda dengan tahun sebelumnya, pelaksanaan Feskop tahun ini sinergitas diperluas dengan instansi terkait, asosiasi kopi dan pegiat kopi tak hanya dari Papua, tetapi juga dari Papua Barat.
Pelaksanaan Feskop 2024 dari tahun ke tahun terus menghadirkan inovasi, terutama dari sisi penyelenggaraan acara. Hal ini dilakukan untuk mendorong penguatan UMKM wilayah Papua khususnya kopi agar mampu meningkatkan kapasitas dan kapabilitasnya, serta semakin berdaya saing.
Editor : Syahriah Amir























































