JAYAPURA, Redaksipotret.co – Staf Ahli Menteri Koperasi dan UKM Bidang Produktivitas dan Daya Saing, Herbert Siagian menyebut, Festival Kopi (Feskop) dapat meningkatkan peluang dalam mendukung optimalisasi produksi kopi melalui kebangkitan UMKM dan juga sektor pariwisata berdasarkan kearifan dan keunggunlan lokal di Papua.
“Selain itu, melihat perubahan gaya hidup, kebiasaan anak muda yang suka minum kopi dan pertumbuhan cafe atau kedai kopi, sangat mendukung pengembangan UMKM, khususnya di kalangan generasi milenial, serta pemasaran yang menekankan pada kopi instan ini menjadi peluang untuk optimalisasi produksi kopi,” kata Herbert sesaat sebelum pembukaan Feskop ke-7, di Ex Terminal PTC Entrop, Kota Jayapura, Papua, Rabu (14/8/2024) malam.
Herbert menyebut, beberapa strategi perlu dikembangkan untuk memperkuat kapasitas dan kemampuan UMKM, termasuk pelaku usaha kopi. Yaitu, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) UMKM, termasuk koperasi kopi agar tumbuh sebagai wirausaha produktif dan terhubung dengan ekosistem digital.
Hingga desember 2023, terdapat 27 juta UMKM yang akan masuk dalam ekosistem digital. Marketplace ini, menurut Herbert, sangat penting di era saat ini dan kedepan.
Strategi kedua, yaitu membangun dan memperkuat proses bisnis UMKM. Herbert mengatakan, generasi muda perlu melengkapi diri dengan memperkuat proses bisnis dengan memanfaatkan fasilitas yang disediakan oleh pemerintah.
“Usaha mikro sekarang ini difasilitasi berbagai kemudahan usaha seperti kepemilikan Nomor Induk Berusaha atau NIB, kemudian standarisasi atau sertifikasi terhadap produk termasuk kopi, perlu dikejar sehingga bisa meningkatkan kuantitas maupun kualitas ekspornya,” ucapnya.
“Kemudian mengembangkan jejaring dan kemitraan usaha untuk bahan bakunya, tentunya dengan dukunagn Bank Indonesia dan sumber pendanaan, baik melalui permodalan konvensional maupun kredit usaha rakyat, termasuk sumber pendanaan lainnya,” tambah Herbert.
Dia juga menyampaikan agar kelembagaan UMKM melalui koperasi perlu didorong untuk memperkuat posisi tawar dan meningkatkan ekonomi UMKM sektor kopi.
Herbert mengungkapkan, Papua memiliki potensi yang besar mulai dari budaya, sejarah, UMKM dan kawasan. Papua menjadi wilayah strategis karena berbatasan langsung dengan negara PNG. Kemudian terdapat jenis objek wisata alam yang sangat menarik.
“Ini semua bisa dikemas menjadi branding Provinsi Papua untuk mengangkat UMKM berbasis budaya dengan produk khasnya dan memanfaatkan digitalisasi,” kata Herbert.
Herbert mengungkapkan, saat ini Kementerian Hukum dan HAM mengembangkan indikasi geografis. Oleh karena itu, perlu dikejar oleh produk asli Papua untuk mendapatkan indikasi geografis karena sangat penting untuk meningkatkan nilai dari produk termasuk juga bahan mentah dari kopi produk pertanian atau perkebunan lainnya.
Kemenkop UKM berharap, Feskop 2024 menjadi salah satu media untuk mengangkat produk atau branding dari Papua, terlebih Papua didominasi kopi arabica yang terkenal dengan kualitas premium.
Dia menyebut, Feskop ini merupakan ajang bagi UMKM kopi khususnya dan produk turunan berbahan dasar kopi dalam memperkenalkan dan disertifikasi produk unggulannya.
Diketahui bahwa Festival Kopi (Feskop) 2024 diselenggarakan oleh Bank Indonesia Kantor Perwakilan Papua bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Papua. Feskop tahun ini dengan tema “Gemilang Emas Hijau Papua yang Mendunia” merupakan ketujuh kalinya sejak pertama kali diselenggarakan pada 2018 lalu.
Feskop Papua berlangsung hingga 18 Agustus 2024 yang merupakan rangkaian dari kegiatan Gebyar Kemerdekaan Republik Indonesia.
Editor : Syahriah Amir























































