JAYAPURA, Redaksipotret.co – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Papua menginisiasi pelaksanaan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) yang akan digelar di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan pada 25 dan 26 Juli 2024.
Rangkaian kegiatan akan digelar dalam pelaksanaan GNPIP, diantaranya, Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak di Merauke, Kota Jayapura, Nabire dan Timika selama dua hari.
Selain itu, seremonial launching Pupuk Organik Cair (POC) produksi SMK Negeri 5 Merauke, penandatangan kerjasama antar daerah atau KAD secara business to business (BtoB) komoditas bawang merah dan penyerahan secara simbolis sarana prasaranan peningkatan produktivitas pertanian kepada dua kelompok tani dan satu pondok pesantren serta satu kelompok tani dari Nabire, Papua Tengah.
Kepala Tim Implementasi Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Daerah (KEKDA) BI Papua, Remon Samora mengatakan, GNPIP merupakan wujud dari sinergi dan inovasi antara Bank Indonesia dengan Kementerian/Lembaga terkait, serta Pemerintah Daerah dalam rangka mengendalikan laju inflasi khususnya pada kelompok pangan bergejolak.
Bank Indonesia Papua bersama stakeholder dalam upaya pengendalian inflasi telah melakukan penguatan ketahanan pangan komoditas pangan strategis melalui optimalisasi penerapan Good Agricultural Practices (GAP) guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas produksi pertanian yang pada gilirannya dapat memberikan nilai tambah bagi petani dan masyarakat dengan ketersediaan pasokan yang mencukupi.
Kemudian, selain optimalisasi penerapan GAP, penguatan ketahanan pangan komoditas pangan strategis juga dilakukan melalui Replikasi Best Practices Klaster Pangan dan Hilirisasi Produk Pertanian.
“Upaya pengendalian inflasi di wilayah Papua juga dilakukan melalui Penguatan Kapasitas Budidaya Pangan Mandiri, Optimalisasi KAD dan Dukungan Fasilitasi Distribusi Pangan, jelas Remon di Jayapura, Senin (22/7/2024).
Remon mengatakan, sebagai salah satu upaya dalam menekan laju inflasi dan memastikan ketersediaan pangan dengan harga yang terjangkau, KPw BI Papua bersama Pemerintah Provinsi Papua, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan serta stakeholders terkait telah melaksanakan kegiatan Operasi Pasar, Pasar Murah, GPM, maupun Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) pada 76 titik per minggu ke-3 Juli 2024, dengan 4 pasar murah diantaranya merupakan sinergi dengan Bulog sebagai rangkaian GNPIP pada 25-26 Juli 2024 mendatang.
“Upaya lainnya dalam rangka mendukung pemantauan harga dan inflasi di wilayah kerja Bank Indonesia Papua, dikembangkan dashboard SENTANI (Sistem Pemantauan Terintegrasi Harga dan Inflasi) yang berbasis Microsoft Power BI sebagai tools yang dapat memberikan insight dan menjadi early warning system (EWS),” jelasnya.
“Dashboard ini berisi perkembangan data inflasi dan harga komoditas inflasi yang menjadi leading indicator di wilayah Papua, seperti harga pangan, harga tiket pesawat, harga avtur, dan lainnya,” sambung Remon.
Komunikasi efektif sebagai salah satu kerangka dari 4K pengendalian inflasi juga secara konsisten dilakukan oleh Bank Indonesia Papua dengan berkolaborasi dan bersinergi secara pentaheliks (Pemerintah, Akademisi, Media, Komunitas, dan Korporasi).
Upaya tersebut, kata Remon, dilakukan antara lain melalui penguatan koordinasi kelembagaan, capacity building TPID, dan pengendalian ekspektasi Masyarakat, termasuk edukasi untuk konsumsi produk olahan dan diversifikasi pangan.
“Yang tak kalah penting pemberitaan melalui media massa baik cetak maupun online terkait upaya pengendalian inflasi turut digencarkan dalam mengelola ekspektasi inflasi di masyarakat sehingga faktor penyebab inflasi dari sisi permintaan (demand) dapat dikendalikan,” ucapnya.
Dia juga menjelaskan bahwa sejalan dengan pelaksanaan GNPIP sebagai wujud komitmen Bank Indonesia bersama TPID dalam pengendalian inflasi di wilayah Papua, Bank Indonesia juga bersinergi dengan Perum Bulog melalui program Bulog SIAGA (akSI Amankan harGA) maupun GPM dengan penggunaan QRIS yang telah diimplementasikan beberapa waktu lalu di Pantai Maf Nabire.
Editor : Syahriah Amir























































