MANOKWARI, Redaksipotret.co – Komite II Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) melaksanakan kunjungan kerja ke Gardu Induk (GI) Manokwari 60 MVA di Amban, Manokwari, Papua Barat, Selasa, 14 April 2026.
Kunjungan ini sebagai upaya memperkuat sinergi antara lembaga legislatif, pemerintah daerah, dan PLN dalam mendorong percepatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di Papua Barat.
Kunjungan ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor guna memastikan ketersediaan pasokan listrik yang andal, berkelanjutan, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Gardu Induk Manokwari 60 MVA merupakan salah satu infrastruktur strategis yang berperan dalam memperkuat sistem kelistrikan di Papua Barat.
Kehadiran GI ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas suplai listrik di wilayah Manokwari dan sekitarnya, sekaligus mengakomodasi peningkatan kebutuhan energi dari sektor industri, pemerintahan, hingga rumah tangga.
Rombongan kunjungan dipimpin langsung oleh Ketua Komite II DPD RI, Badikenita Putri Br. Sitepu, dan disambut oleh Manager UPP Maluku dan Papua 4, Reza Aditya Rizkiyanto bersama Senior Manager Operasi Konstruksi I PLN UIP MPA, Effendi Kurnianto serta Manager PLN UP3 Manokwari, Arvy Tryudha.
Ketua Komite II DPD RI, Badikenita Putri Br. Sitepu, menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk memastikan terjalinnya sinergi yang solid antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung pengembangan sektor ketenagalistrikan di Papua Barat.
“Kami berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan PLN dan pemerintah daerah agar pengembangan infrastruktur kelistrikan di Papua Barat dapat berjalan optimal dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dia juga mengapresiasi capaian PLN yang telah memperoleh Sertifikat Laik Operasi (SLO) untuk GI Manokwari. Dengan dukungan jaringan 150 kV yang andal, infrastruktur ini diharapkan mampu menciptakan multiplier effect terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.
“Kami akan terus mengawal berbagai tantangan di lapangan, baik yang bersifat administratif maupun sosial, agar dapat diselesaikan secara kolaboratif demi kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Manager UPP MPA 4, Reza Aditya Rizkiyanto, menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan infrastruktur kelistrikan ini merupakan hasil kolaborasi erat seluruh pemangku kepentingan.
Dia menjelaskan bahwa proyek Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV yang menghubungkan Andai hingga Amban telah melalui berbagai tantangan, baik dari sisi kondisi geografis maupun dinamika sosial, yang berhasil diatasi melalui dukungan aktif pemerintah daerah dan DPD RI.
“Kami menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pihak, termasuk peran mediasi dari DPD RI dan pemerintah daerah dalam menjembatani komunikasi dengan masyarakat. Berkat sinergi tersebut, pembangunan 38 tower transmisi dari PLTMG Manokwari di Andai hingga pusat beban di Amban dapat diselesaikan dengan baik,” ungkap Reza, Rabu, 15 April 2026.
Reza menyampaikan bahwa GI Manokwari beserta jaringan SUTT-nya telah mengantongi Sertifikat Laik Operasi (SLO), sehingga siap beroperasi penuh untuk melayani kebutuhan listrik masyarakat.
Dalam perspektif jangka panjang, PLN terus mendorong pengembangan sistem kelistrikan melalui rencana yang tertuang dalam RUPTL 2021–2030, termasuk pembangunan Gardu Induk Prafi dan pengembangan jaringan transmisi hingga Ransiki.
“PLN juga memastikan seluruh proses pengembangan berjalan sesuai ketentuan melalui koordinasi intensif, termasuk pendampingan dari Kejaksaan Tinggi dalam aspek perizinan dan pembebasan lahan,” tambahnya.
Terkait penguatan ketahanan energi, PLN merencanakan penambahan kapasitas hingga 60 MW melalui pengembangan pembangkit berbasis gas yang memanfaatkan pasokan dari BP (British Petroleum) melalui koordinasi dengan subholding PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI).
Di sisi lain, PLN juga terus mendorong transisi energi melalui pengembangan pembangkit energi baru terbarukan, antara lain PLTMH Warnasivakapi di Tanah Rubuh serta pembangunan PLTS berbasis baterai.
Kunjungan ini diharapkan menjadi momentum strategis dalam memperkuat kolaborasi antara DPD RI sebagai representasi daerah dengan PLN sebagai penyedia infrastruktur ketenagalistrikan, guna mewujudkan sistem energi yang andal, merata, dan berkelanjutan hingga ke pelosok Papua Barat. (Rilis)























































