JAYAPURA, Redaksipotret.co – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua mencatat kebutuhan uang kartal di empat provinsi di bawah wilayah kerja Bank Indonesia Papua terpenuhi.
“Khusus di Desember ini untuk kebutuhan natal dan tahun baru atau Nataru outflow diproyeksi sebesar Rp5,3 triliun. Jumlah ini meningkat 4 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp5,1 triliun,” kata Faturachman selaku Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua di Jayapura, Kamis (19/12/2024).
Jumlah outflow yang mengalami peningkatan tersebut disebabkan momentum hari libur Nataru yang memicu transaksi ekonomi masyarakat menggunakan uang kartal meningkat.
Khusus pada kegiatan Gerakan Penukaran Bersama Perbankan di momen natal atau Gerbang Natal 2024, Bank Indonesia Papua menyediakan uang kartal sebesar Rp4,4 miliar.
Sementara itu, aliran kas masuk pada periode November 2024 mencapai Rp10,68 triliun. Faturachman mengatakan, jumlah ini meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2023 yang sebesar Rp9,6 triliun.
Terkait uang tidak layak edar atau UTLE, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Thomy Andryas mengatakan, dari aliran kas masuk ke Bank Indonesia, terdapat UTLE dan uang layak edar atau ULE.
“Tetapi komposisinya masih banyak yang layak edar. Sedangkan untuk jumlah UTLE yang dimusnahkan menjadi kewenangan kantor pusat untuk mengeluarkan datanya,” kata Thomy.
Editor : Syahriah Amir























































