SARMI, Redaksipotret.co – Usai mengunjungi sekolah rakyat, Pj Gubernur Papua, Agus Fatoni mengunjungi Pasar Sentral Mararena.
Melalui kesempatan ini, Fatoni sekaligus melaunching penyaluran cadangan beras pemerintah untuk bantuan pangan bulan Juni-Juli Tahun 2025 di Kabupaten Sarmi.
Fatoni mengatakan, bantuan pangan berupa beras dibagikan kepada 2.996 keluarga penerima manfaat (KPM) di 10 distrik. Masing – masing KPM menerima alokasi 20 Kilogram alokasi dua bulan.
Diketahui, terdapat 10 distrik di Kabupaten Sarmi, yakni, Sarmi, Tor Atas, Pantai Barat, Pantai Timur, Bonggo, Apawer Hulu, Sarmi Selatan, Sarmi Timur, Pantai Timur Bagian Temgah dan Bonggo Timur.
Melalui kesempatan ini, Fatoni juga meninjau ke dalam Pasar Sentral Sarmi. Di sana, dirinya bertemu kepada pedagang sekaligus mengecek sejumlah harga bahan pokok.
Mayoritas harga bahan pokok, seperti cabai, bawang merah, bawang putih dan tomat cenderung naik namun fluktuatif. Namun harga beras cenderung stabil dan tidak ada peningkatan.
“Tapi ini harga tempe tidak naik ya? Stabil? Ini tempe diambil dari sekitar sini. Jadi beras tetap, minyak ada kenaikan sedikit,” ucapnya melansir Pasificpos.com, Sabtu (26/7/2025).
Salah satu pedagang yang ditemui menyebut harga telur juga cenderung stabil. Hal ini dikarenakan stok telur diambil dari peternak lokal.
“Harga gula naik, harga telur tetap dikarenakan ada kerja sama dengan peternak lokal,” ucap pedagang.
Pemerintah secara resmi menyalurkan bantuan pangan beras kepada 18,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) secara nasional, yang dimulai pada Juli ini.
Penyaluran bantuan dilakukan oleh Perum Bulog dengan pola distribusi mulai dari gudang ke titik pembagian di tingkat desa atau kelurahan.
di wilayah Papua, sebanyak 504.462 KPM akan menerima bantuan pangan dengan total jumlah beras sebanyak 10.089.240 Kilogram.
Editor : Syahriah Amir























































