JAYAPURA, Redaksipotret.co – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan telah berusia 58 tahun pada 15 Juli 2026 dan sebagai penyelenggara program Jaminan Kesehatan Nasional atau JKN.
Di usia lebih dari setengah abad ini, manajemen dan petugas turun langsung menyapa peserta di sejumlah fasilitas kesehatan tingkat lanjutan atau FKTL (rumah sakit) di Kota Jayapura, Papua lewat program “BPJS Menyapa”.
Tujuannya adalah untuk mendengar aspirasi, menerima masukan, dan memastikan peserta JKN mendapatkan pelayanan optimal.
Hingga pertengahan Juli 2026, program JKN telah melindungi 285 juta jiwa penduduk Indonesia.

Deputi Direksi Wilayah XII BPJS Kesehatan, Benjamin Saut mengatakan, pihaknya ingin mendengar langsung pengalaman peserta JKN terkait pelayanan di FKTL.
Dia bilang, hasil kunjungan di beberapa ruang perawatan hingga kemoterapi dan radioterapi di RSUD Jayapura, umumnya peserta mengaku puas terhadap pelayanan yang diberikan.
Benjamin menegaskan bahwa BPJS Kesehatan berkomitmen terus menjaga kepercayaan masyarakat dengan meningkatkan mutu pelayanan.
Selain RSUD Jayapura, Benjamin dan beberapa staf juga melakukan kunjungan ke Rumah Sakit TNI Angkatan Laut, Rumah Sakit Ramela, Rumah Sakit Bhayangkara, dan Rumah Sakit Dian Harapan.
“Sebelumnya, kami telah mengunjungi RSUP Jayapura,” kata Benjamin usai kunjungan di RSUD Jayapura.
Pihaknya berharap, dapat terus memperkuat komunikasi dengan peserta dan faskes, sehingga pelayanan JKN semakin berkualitas dan mampu memenuhi harapan masyarakat di Papua.
Di tempat yang sama, Pelaksana Tugas (Plt.) Wakil Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian RSUD Jayapura, dr. George Yosias Borias, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut.
George bilang, kunjungan tersebut wujud perhatian BPJS Kesehatan sekaligus memberikan masukan bagi pihak rumah sakit untuk terus memperbaiki pelayanan.
Dia mengungkapkan, seluruh masukan yang diperoleh selama kunjungan pimpinan BPJS Kesehatan dan staf akan dibahas dalam rapat manajemen dan ditindaklanjuti agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik.

Lisbet Kapitarauw salah satu pendamping peserta JKN mengatakan, BPJS Kesehatan sangat membantu, terutama sebagai peserta yang berasal dari Kabupaten Biak Numfor.
“Saya mendampingi ibu untuk berobat dari Biak dirujuk ke rumah sakit di Jayapura. Selama menjalani proses rujukan, kami merasakan bahwa layanan yang diberikan cukup mudah dalam mengakses pengobatan, meskipun ibu saya peserta bantuan iuran atau PBI,” kata Lisbet. (Syahriah)























































