JAYAPURA, Redaksipotret.co – Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, meminta agar evaluasi penyelenggaraan ibadah haji 2026 di semua daerah difokuskan untuk mencari kesalahan dan kekurangan, bukan untuk mencari siapa yang bersalah.
Arahan ini disampaikan dalam acara Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026 yang berlangsung di Gedung Asrama Haji Kota Jayapura, Papua, pada Sabtu, 18 Juli 2026.
“Evaluasi haji semua daerah kita minta dilaksanakan untuk mengevaluasi berbagai kesalahan-kesalahan, kekurangan-kekurangan yang terjadi pada 2026 kemarin. Saya pastikan mencari kesalahan, bukan mencari siapa yang salah,” tegasnya.
Menurutnya, tujuan utama evaluasi ini adalah untuk menemukan berbagai kelemahan dalam rangka perbaikan pelaksanaan ibadah haji pada tahun 2027 mendatang.
“Untuk menemukan kesalahan-kesalahan, bukan untuk mencari siapa yang salah, dalam rangka untuk perbaikan pada pelaksanaan haji tahun 2027. Dengan menemukan kesalahan atau kekurangan, akan kita bahas bersama bagaimana cara perbaikannya, bagaimana cara luruskan berbagai kesalahan itu untuk 2027,” tambahnya.
Evaluasi yang digelar di Asrama Haji Jayapura yang beralamat di Jalan Flamboyan, Kotaraja, Abepura ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting. Gubernur Papua diwakili oleh Asisten III Setda Papua, Suzana Wanggai.
Turut hadir pula Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Papua, Musa Narawawan, serta Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru.
Acara ini juga diikuti oleh perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah dari berbagai kabupaten dan kota, unsur petugas haji, serta beberapa pihak yang terkait dalam pelaksanaan Haji.
Sebelumnya, penyelenggaraan ibadah haji 2026 secara umum dinilai berjalan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
Pemerintah juga telah berhasil menurunkan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) sekitar Rp2 juta tanpa mengurangi kualitas pelayanan.
Namun, Menteri Irfan Yusuf menekankan bahwa masih terdapat aspek-aspek yang perlu dievaluasi dan dibenahi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada calon jamaah di masa mendatang. (Muhammad Rafiq)



















































