JAYAPURA, Redaksipotret.co – Hadir di sejumlah kabupaten dan kota di Papua beberapa bulan lalu, masyarakat terlebih pelanggan Telkomsel kini merasakan sensasi kecepatan internet dengan jaringan hyper 5G.
Pelanggan kini dapat menikmati koneksi 5G yang stabil dan berkecepatan tinggi di beberapa wilayah di Papua, antara lain di kawasan Entrop, Distrik Jayapura Selatan dan APO, Distrik Jayapura Utara serta di Bandar Udara Sentani, Kabupaten Jayapura. Sebelumnya, Telkomsel telah menghadirkan layanan hyper 5G di Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
General Manager Region Network Operations and Productivity Telkomsel Maluku and Papua, Yasrinaldi mengatakan, jaringan 5G Telkomsel kini telah mencakup lebih dari 3.000 titik yang tersebar di 56 kota dan kabupaten di Indonesia.
“Ke depan, Telkomsel akan terus memperluas cakupan jaringan 5G ke lebih banyak lokasi di Indonesia,” ucap Yasrinaldi, Jumat (25/7/2025).
Keandalan Hyper 5G dengan latensi rendah juga mendukung layanan pelanggan berbasis AI, seperti pada AI-Based Customer Care Virtual Assistance oleh Telkomsel, yakni Asisten Virtual Veronika (B2C) dan Virtual Account Manager Ted (B2B).
Terintegrasi dengan AI Service Operations Center, keduanya mampu merespons kebutuhan pelanggan secara cepat dan efektif, menghadirkan pengalaman layanan inovatif dan unggul di era digital 5G.
Yasrinaldi bilang, sebagai pionir konektivitas broadband generasi ke-5 (5G) di Indonesia sejak 2021, Telkomsel telah dan terus mengakselerasi perluasan cakupan jaringan 5G terdepan dan terluasnya (Hyper 5G) secara lebih masif dengan tujuan mempercepat transformasi dan pertumbuhan ekosistem serta ekonomi digital Indonesia.
“Termasuk di bidang kesehatan. Telkomsel melangsungkan kerja sama strategis dengan Urological Association of Asia (UAA) untuk menghadirkan evolusi prosedur bedah inovatif jarak jauh menggunakan teknologi robotik (Robotic Telesurgery) dan konektivitas broadband 5G Telkomsel,” ungkapnya.
Kolaborasi ini, sebutnya, sekaligus mendukung Transformasi Sistem Kesehatan yang diinisiasi oleh pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI, khususnya pada pilar SDM Kesehatan untuk Layanan Spesialis Bedah Jarak Jauh dan pilar Teknologi Kesehatan.
Dia pun mengungkapkan, transisi menuju jaringan 5G di industri di Indonesia tidak lepas dari tantangan, terutama terkait dengan infrastruktur dan aspek teknis.
Menurutnya, implementasi 5G di Indonesia, termasuk di Papua memerlukan peningkatan jaringan backhaul dengan serat optik untuk menangani peningkatan volume data dan kecepatan transmisi yang lebih tinggi.
“Dalam konteks industri, hal ini membutuhkan investasi besar-besaran pada infrastruktur di lokasi yang mungkin sudah memiliki komplikasi logistik atau tantangan geografis tersendiri,” katanya.
Sementara, dari sisi teknis, integrasi 5G dengan sistem industri yang ada juga menyingkap tantangan lain. Sebab, banyak industri masih bergantung pada legacy system yang mungkin tidak kompatibel dengan teknologi baru. Bagian ini memerlukan perbaikan bertahap dalam modernisasi infrastruktur IT industri. Prosesnya tentu saja bisa sangat memakan waktu dan sumber daya.
“Telkomsel berkomitmen mempercepat transformasi digital nasional dan menyediakan teknologi terkini bagi seluruh lapisan masyarakat melalui jaringan 5G, dengan memperluas pembangunan BTS 5G di Indonesia,” pungkasnya.
Kecepatan unduh Hyper 5G di lokasi tertentu tercatat mencapai hingga 227 Mbps dan kecepatan unggah hingga 70 Mbps atau 3 kali lebih cepat dibanding rata-rata 4G.
Seorang warga Jayapura, Andika menyambut antusias kehadiran jaringan 5G Telkomsel. Dia yang hobi bermain game ini mengaku merasakan perbedaan kecepatan internet.
Dia menyadari seiring perkembangan zaman, teknologi turut berkembang. Andika pun tak khawatir menunggu lama ketika bermain game bahkan saat mengunduh atau mengunggah konten-konten dari berbagai platform digital lantaran telah menggunakan layanan 5G.
Jurnalis : Syahriah























































