JAYAPURA, Redaksipotret.co – Sore itu, Kamis 12 Maret 2026, suasana di lampu merah Kotaraja, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua, tampak berbeda dari biasanya.
Di tengah lalu lalang kendaraan dan kesibukan masyarakat menjelang waktu berbuka puasa, sekelompok anak muda berdiri di tepi jalan sambil membawa bungkusan makanan.
Senyum ramah mereka menyapa setiap pengendara dan pejalan kaki yang melintas. Mereka adalah relawan dari Al-Hudz Qur’an Institute yang dipimpin langsung oleh Direktur Al-Hudz Qur’an Institute, Muhammad Hudzaifah bersama Komunitas Tuli Jayapura dan komunitas lintas agama Peace Maker.
Mereka menggelar kegiatan berbagi iftar atau makanan berbuka puasa bagi masyarakat yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka tiba.
Kegiatan sederhana namun penuh makna ini berhasil membagikan sekitar 250 porsi makanan berbuka puasa kepada para pengendara, ojek, pedagang kaki lima, hingga masyarakat yang melintas di kawasan tersebut. Semua makanan tersebut berasal dari donasi yang berhasil dikumpulkan oleh para relawan.
Total dana yang terkumpul mencapai Rp4.050.000, yang kemudian digunakan untuk menyiapkan paket iftar bagi masyarakat.
Setiap paket dibagikan dengan penuh kehangatan, disertai senyum dan sapaan yang membuat suasana sore di Kotaraja terasa lebih hangat.
Yang membuat kegiatan ini semakin istimewa adalah keterlibatan Komunitas Tuli Jayapura. Para relawan tuli turut ambil bagian dalam membagikan paket berbuka.
Dengan bahasa isyarat dan gestur ramah, mereka berinteraksi dengan sesama relawan maupun masyarakat. Kehadiran mereka menjadi simbol bahwa berbagi kebaikan tidak mengenal batas.
Kolaborasi ini menunjukkan semangat persaudaraan yang kuat di tengah keberagaman. Meskipun berasal dari latar belakang yang berbeda, para relawan bersatu dalam satu tujuan yang sama: menyebarkan kebaikan dan kepedulian di bulan suci Ramadan.
Bagi para relawan, kegiatan ini bukan sekadar membagikan makanan, tetapi juga menebarkan pesan kebersamaan. Di tengah hiruk pikuk persimpangan Kotaraja, momen berbagi tersebut menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial dapat hadir dalam bentuk sederhana.
Menjelang azan magrib, satu per satu paket iftar habis terbagi. Para relawan pun saling bertukar senyum, merasa bersyukur karena bisa menjadi bagian dari kebahagiaan kecil bagi orang lain.
Di persimpangan jalan yang ramai itu, semangat berbagi dan persaudaraan terasa nyata membuktikan bahwa kebaikan selalu menemukan jalannya, terutama ketika dilakukan bersama. (Syahriah)





















































