MIMIKA, Redaksipotret.co – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua menyelenggarakan acara Papua Economic and Investment Forum (PEIF) ke-2 tahun 2026 yang dihadiri oleh pemerintah daerah dari Provinsi Papua dan DOB pada hari Kamis-Jumat, 4-5 Juni 2026 di Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai salah satu upaya untuk mengidentifikasi dan mengakselerasi peluang investasi di Papua dan DOB.
Hal ini sejalan dengan upaya mendorong transformasi ekonomi daerah serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Yunianto selaku Kepala Tim Perumusan KEKDA Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua mengatakan, penguatan investasi dan hilirisasi merupakan langkah strategis untuk menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru yang lebih berkelanjutan di Tanah Papua.
“Melihat besarnya potensi sumber daya alam, pertanian, perikanan, pariwisata, dan sumber daya manusia lokal, diperlukan sinergi yang kuat antar pemangku kepentingan untuk mendorong transformasi potensi tersebut menjadi peluang investasi yang konkret,” kata Yunianto, Kamis, 11 Juni 2026.
Herman Kayame selaku Staf Ahli Gubernur Papua Tengah Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan menekankan bahwa, kegiatan ini juga eningkatkan daya saing daerah, memperluas lapangan kerja, serta mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Mengusung tema “Mengakselerasi Pertumbuhan Papua Melalui Sinergi Investasi dan Hilirisasi Berkelanjutan”, kegiatan ini menghadirkan pemaparan dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Papua.
Pemaparan oleh DJPb mengenai sinergi pembiayaan kreatif dan penguatan ekosistem investasi daerah berkelanjutan, serta sesi pembekalan oleh Konsultan Investment Project Ready to Offer (IPRO) dari UGM terkait review rencana pembangunan Papua dan DOB, pembangunan pariwisata terintegrasi, dan optimalisasi aset daerah.
Selain itu, masing-masing pemerintah daerah yang diwakili oleh Biro Perekonomian, Bapperida, dan DPMPTSP dari Provinsi Papua, Papua Tengah, Papua Selatan, dan Papua Pegunungan turut memaparkan rencana pembangunan daerah, potensi unggulan daerah serta perkembangan rencana investasi strategis di daerah yang berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi dan hilirisasi di Tanah Papua.
Melalui penyelenggaraan PEIF kedua ini, diharapkan terbangun kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah, akademisi, lembaga keuangan, dan masyarakat dalam membangun daerah melalui program investasi yang siap ditawarkan kepada investor.
Forum ini juga diharapkan mampu menghasilkan komitmen investasi yang konkret, memperkuat daya saing daerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Papua yang inklusif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (Rilis)























































