JAYAPURA, Redaksipotret.co – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua membawahi empat provinsi yaitu Papua, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Provinsi Papua Pegunungan.
Keempat provinsi ini memiliki peran penting tidak hanya di wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua), tetapi juga secara nasional. Ekonomi Papua memberikan kontribusi terbesar ke-3 di Sulampua. Sementara di nasional, kontribusi Papua berada pada peringkat ke-15.
“Pada triwulan III 2024, perekonomian Papua tumbuh positif sejalan dengan optimisme masyarakat yang tetap tinggi dan realisasi investasi yang meningkat,” kata Faturachman selaku Kepala Perwakilan Bank Indonesia Papua dalam acara pertemuan tahunan BI, di Jayapura, Selasa (3/12/2024).
Faturachman mengatakan, untuk mendukung pencapaian empat sasaran utama dalam perekonomian Papua, dibutuhkan sinergi lintas sektoral.
Empat sasaran utama yaitu, pertama, menjaga stabilitas harga melalui strategi 4K: Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi dan Komunikasi Efektif. Kedua, memperkuat struktur perekonomian dengan mengembangkan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru.
“Motor perekonomian Papua masih didominasi sektor pertambangan. Sehingga, pengembangan sektor non tambang perlu diprioritaskan, didukung dengan peningkatan investasi dan kualitas tenaga kerja,” ucapnya.
Ketiga, pemberdayaan pelaku ekonomi lokal terutama UMKM, dengan fasilitasi peningkatan akses pembiayaan dan daya saing, kemudian, keempat, meningkatkan inklusivitas dan efisiensi, baik konvensional maupun syariah, yang diperkuat dengan upaya digitalisasi.
Faturachman bilang, Bank Indonesia berkomitmen memperkuat sinergi dengan stakeholders untuk mencapai inflasi yang rendah dan stabil, khususnya pada bahan pangan bergejolak.
Hal ini diwujudkan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP). Berbagai kegiatan telah dilakukan dari hulu ke hilir, termasuk pendampingan kelompok tani melalui pembentukan Jaringan Petani Papua Berdaya (JANIPA), fasilitasi alsintan dan implementasi digital farming untuk mendorong Good Agricultural Practices (GAP), capacity building dan High Level Meeting TPID, Kerja Sama Antar Daerah, serta Gerakan Pangan Murah atau GPM.
Ekonomi Papua pada tahun 2025 masih menghadapi tantangan. Mempertimbangkan potensi penurunan produksi komoditas tambang, perekonomian tahun depan diperkirakan menurun di kisaran 3,50 – 4,50 persen.
“Oleh sebab itu, sinergi lintas sektoral yang kuat menjadi penting agar ekonomi mampu tumbuh lebih tinggi. Di sisi lain, inflasi diprakirakan tetap terkendali dalam sasaran target inflasi nasional sebesar 2,5 ± 1 persen,” ungkapnya.
Sementara itu, Asisten II Setda Provinsi Papua, Setiyo Wahyudi menyampaikan, kerja sama yang baik antara pemerintah daerah dan serta institusi lainnya telah membuahkan hasil yang manis.
Ekonomi Papua terus mencatatkan pertumbuhan positif. Selain itu, inflasi juga terkendali dan mendekati sasaran target inflasi nasional yaitu 2,5 plus minus 1 persen.
“Pencapaian ini berdampak positif kepada kesejahteraan masyarakat,” kata Setiyo dalam kegiatan yang sama.
Editor : Syahriah Amir
























































