JAYAPURA, Redaksipotret.co – Penyerapan jagung oleh Perum Bulog hingga saat ini masih terus berjalan sebagai bagian dari upaya mendukung program swasembada pangan nasional.
Di wilayah Papua, Kabupaten Keerom menjadi daerah dengan produksi jagung terbesar sehingga menjadi fokus utama dalam kegiatan penyerapan hasil panen petani.
Pemimpin Perum Bulog Kanwil Papua, Ahmad Mustari mengatakan, hingga saat ini, realisasi penyerapan jagung telah mencapai 398.077 kilogram atau 398 ton yang saat ini tersimpan di gudang Bulog.
Pihaknya juga masih terus melakukan pemantauan di lapangan untuk memastikan proses penyerapan jagung berjalan optimal.
“Langkah tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap program swasembada pangan yang menjadi salah satu prioritas pemerintah,” kata Mustari, Kamis, 23 Juli 2026.
Mustari pun mengatakan, untuk mendukung penyimpanan hasil penyerapan, pihaknya telah menyewa gudang berkapasitas 500 ton di kawasan Hamadi, Kota Jayapura.
Terkait harga pembelian, Mustari bilang, telah ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram.
Dikutip dari laman bulog.co.id, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Perum Bulog untuk menyerap jagung pipilan kering dalam negeri minimal 1 juta ton untuk periode 2026-2029.
Perintah itu dituangkan dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pengadaan dan Pengelolaan Jagung Dalam Negeri Serta Penyaluran Cadangan Jagung Pemerintah Tahun 2026-2029, dengan tujuan melaksanakan pengadaan dan pengelolaan jagung dalam negeri, serta penyaluran jagung pemerintah.
Melalui ketentuan ini harga pembelian pemerintah untuk jagung pipilan kering dengan kadar air 18-20 persen dipatok sebesar Rp5.500 per kilogram.
Jagung pipilan kering juga diharuskan sudah memasuki usia panen di tingkat petani. Kemudian, Bulog akan melakukan pengolahan jagung pipilan kering menjadi jagung pipilan kering sesuai standar kualitas Cadangan Jagung Pemerintah. (Syahriah)





















































