JAYAWIJAYA, Redaksipotret.co – Legislator terpilih Dapil Papua Pegunungan, Arianto Kogoya memberikan apresiasi kepada Asosiasi Gubernur se-Tanah Papua atas kesepakatan sembilan poin strategis saat pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) II yang berlangsung di Wamena, Jayawijaya, Papua Pegunungan pada 20 dan 21 April lalu.
Dia berharap, sembilan poin strategis yang disepakati tersebut harus benar – benar didorong untuk dimasukan dalam rencana pembangunan Presiden dan Wakil Presiden yang baru terpilih Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming.
“Supaya kita dapat mengejar ketertinggalan dari daerah lain terutama di bidang Pendidikan, Kesehatan, ekonomi dan infrastruktur,” ungkapnya melansir pasificpos.com, Jumat (26/4/2024).
Arianto menilai, dari sembilan poin tersebut yang sangat dibutuhkan Papua saat ini yaitu poin kedua hingga keempat. Dalam poin kedua menyatakan akan memperjuangkan agenda terobosan percepatan pembangunan Tanah Papua ke dalam Kebijakan prioritas Presiden – Wapres terpilih.
“Termasuk dokumen perencanaan nasional baik RPJP Nasional 2025 – 2045, RPJMN 2025-2029, penjabaran Rencana Induk Percepatan Pembangunan Papua 2022 – 2041, Proyek Strategis Nasional, dan kebijakan nasional lainnya pada masa pemerintahan periode 2024 2029, serta melakukan audiensi dengan Presiden dan Wakil Presiden terpilih,” sebutnya.
Sementara di poin Ketiga menyebutkan, memantapkan dan melanjutkan berbagai program dan kegiatan strategis Pemerintah yang dilaksanakan di Tanah Papua di tahun 2024 ini. Seperti Trans Papua, Tol Udara, BBM 1 Harga dengan dukungan penerbangan khusus, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sorong, Kawasan Pariwisata Prioritas Raja Ampat dan Destinasi Pariwisata prioritas di masing-masing Provinsi.
“Seperti Kawasan Industri Teluk Bintuni, Kawasan Industri Pupuk Fakfak, Kawasan Industri Perikanan Biak, Kawasan Industri Timika, dan Kawasan Sentra Pertanian Merauke dan Papua Pegunungan, maupun berbagai kegiatan prioritas nasional lainnya di Tanah Papua dengan prinsip kekhususan,” jelasnya.
Dalam konteks ini, kata Arianto, didorong penguatan kerjasama antar daerah lintas provinsi dan konektivitas terpadu baik darat, laut dan udara dengan jaringan penerbangan khusus lintas internal Papua serta pembukaan kembali rute penerbangan luar negeri melalui bandar udara Frans Kaisiepo Biak sebagai pintu gerbang Indonesia di Kawasan Pasifik,” sambungnya.
Kemudian poin yang tak kalah penting menurut legislator ini yaitu keempat. Asosiasi tetap intens memberikan perhatian ke agenda percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem, pembukaan lapangan kerja, penurunan stunting, penurunan tingkat kemahalan harga, pemberdayaan masyarakat dan pembangunan kampung, serta pembangunan pendidikan sesuai konteks wilayah dan sosial budaya.
“Beberapa point ini sangat penting dan akan sangat membantu terutama dalam mengejar ketertinggalan kita dari dari lain khusunya dari Indonesia bagian Barat,” jelas Arianto.
Editor : Syahriah Amir



















































