JAYAPURA, Redaksipotret.co – Ramai diperbincangkan di berbagai grup media sosial atas dugaan sejumlah oknum wartawan menerima ‘BLT’ atau ‘jatah preman’ dari bandar judi yang ada di Kota Sentani, Kabupaten Jayapura pasca pemberitaan di salah satu media siber di Jayapura edisi Selasa, 9 Juli 2024.
Dikutip dalam pemberitaan tersebut, sejumlah oknum wartawan di Kota Sentani diduga sering menerima ‘BLT’ dari bandar judi yang ada di Kota Sentani dan sekitarnya. Kemudian, sejumlah oknum wartawan di Kota Sentani juga diduga meminta langsung kepada pengusaha atau pengelola pasar malam sebagai “jatah preman”.
Menanggapi pemberitaan tersebut, Pengelola Pasar Malam, Nyong Modouw menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menyampaikan terkait dugaan pemberian ‘BLT’ atau ‘jatah preman’ kepada para oknum wartawan tersebut.
Dia pun memyebut bahwa pemberitaan tersebut diduga tanpa didasari dengan adanya bukti-bukti yang kuat.
“Saya rasa berita tersebut mengada-ada. Tolong untuk pihak manajemen media tersebut mengeluarkan penulis tersebut, karena saya menilai berita ini mengadu domba saya dengan rekan-rekan wartawan yang lain. Kita di pasar malam tidak ada kaitannya dengan 303 (judi),” ucapnya di Sentani, Rabu (10/7/2024).
Pria yang juga kerap dipanggil Channy Modouw ini kembali mengatakan bahwa dirinya sangat menyayangkan pemberitaan tersebut dan mengaitkan antara kegiatan pasar malam dengan judi, apalagi sampai mengeluarkan pernyataan soal adanya oknum wartawan yang datang meminta ‘jatah preman’ dalam aktivitas kegiatan pasar malam.
Dia mengatakan bahwa dirinya tidak pernah mengeluarkan pernyataan soal memberikan ongkos kepada para oknum wartawan tersebut, terlebih sampai menyebutkan nominalk yang diberikan.
“Yang saya katakan bahwa teman-teman saya ada yang wartawan dan biasa datang ke lokasi pasar malam, mereka datang dengan keluarga atau anak-anak hanya sekedar bermain dalam lokasi pasar malam,” ujarnya.
Nyong menegaskan bahwa di pasar malam hanya ada permainan ketangkasan umum dan wahana permainan anak-anak.
Dia pun mengaku siap mempertanggungjawabkan ucapannya bahwa tidak sekalipun mengeluarkan pernyataan terkait ‘jatah preman’.
“Penulis (ABP) itu telah melakukan pembohongan publik, saya tetap akan menuntut,” ujar Nyong seraya menambahkan bahwa dirinya tidak mengenal bandar judi berinisial P.
Editor : Syahriah Amir



















































