JAYAPURA, Redaksipotret.co – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Provinsi Papua Pegunungan pada Juli 2024 berada di angka 5,09 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2023.
Inflasi Papua Pegunungan 5,09 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,80 ini disebabkan naiknya harga beberapa kelompok pengeluaran.
Seperti, makanan, minuman, dan tembakau sebesar 9,93 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 2,44 persen, transportasi sebesar 0,79 persen, rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 6,38 persen, kelompok pendidikan sebesar 1,82 persen.
“Kemudian, kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran sebesar 0,77 persen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,61 persen,” jelas Adriana Helena Carolina saat merilis inflasi se Tanah Papua via daring, Kamis (1/8/2024).
Komoditas yang dominan penyumbang inflasi secara yoy pada 2024, sebut Adriana, antara lain ketela rambat, Sigaret Kretek Tangan (SKT), cabai rawit, bayam, Sigaret Kretek Mesin (SKM), bawang putih, talas atau keladi, pisang, gula pasir,sawi hijau, biskuit, labu siam, ketimun, kol putih, beras, wortel, daging ayam ras, sawi putih, kangkung, dan bawang merah.
Sementara, komoditas yang memberikan andil deflasi yoy antara lain, daging babi, minyak goreng, bahan bakar rumah tangga, jeruk, garam, telur ayam ras, sabun cair cuci piring, tempe, air kemasan, kopi bubuk, shampo, telepon seluler, tomat, semen, sabun detergen bubuk, kasur, seng, sabun mandi, obat gosok, dan penyedap masakan.
Editor : Syahriah Amir




















































